Berau, Kaltim – Plafon lantai dua Gedung RSUD Tanjung Redeb,Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, dilaporkan ambruk meski bangunan senilai ratusan miliar rupiah itu belum diresmikan. Kejadian ini menimbulkan pertanyaan publik terkait kualitas proyek yang menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau Tahun 2023 dengan nilai kontrak sekitar Rp248 miliar.(22/8).
Peristiwa ambruknya plafon itu diketahui setelah sejumlah warga melaporkan kepada awak media yang kemudian meninjau langsung ke lokasi, di Jalan Sultan Agung, Kecamatan Tanjung Redeb. Dari pantauan di lapangan, terlihat plafon di lantai dua runtuh, sementara beberapa bagian tembok bangunan juga mengalami retakan.
Proyek pembangunan RSUD Tanjung Redeb sudah rampung pada 31 Desember 2024. Namun, sebelum proses peresmian dilakukan, kondisi bangunan sudah menunjukkan kerusakan serius. Saat ini, terlihat sejumlah pekerja melakukan perbaikan di lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, PPK serta pihak kontraktor belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab runtuhnya plafon. Pertanyaan besar pun muncul: apakah kerusakan tersebut murni akibat lemahnya kualitas pengerjaan dan material bangunan, atau ada faktor eksternal lain seperti aktivitas pertambangan yang berlokasi tidak jauh dari area rumah sakit?
Publik juga mempertanyakan apakah proyek ini sudah melalui kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) secara menyeluruh.
Atas insiden ini, masyarakat mendesak pihak kontraktor dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk bertanggung jawab serta memberikan penjelasan terbuka.
Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) juga diminta turun tangan mengevaluasi proyek, sekaligus memastikan kualitas bangunan sesuai standar keamanan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Dengan nilai proyek yang begitu besar, publik berharap RSUD Tanjung Redeb yang baru dibangun dapat berdiri kokoh dan kedepan dapat memberikan pelayanan kesehatan optimal, bukan justru menimbulkan kekhawatiran atas keselamatan pasien dan tenaga medis di masa depan.***
Tim DK-RED















