Berau, Kamis (18/9/2025) – Polusi udara yang diduga berasal dari pabrik tahu dan tempe di kawasan Jalan M. Iswahyudi, Rinding, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, kembali menjadi sorotan warga. Asap tebal hasil produksi pabrik tersebut disebut-sebut telah lama mengganggu kenyamanan masyarakat, bahkan berdampak pada kesehatan.
Keluhan warga muncul karena asap pabrik yang membumbung di udara membuat mereka kerap mengalami batuk, sesak napas, serta kehilangan kesempatan untuk menghirup udara pagi yang segar. Kondisi ini semakin memprihatinkan lantaran lokasi pabrik berdampingan langsung dengan SD Negeri 001 Rinding, sehingga anak-anak sekolah juga terancam terdampak pencemaran.
“Kena polusi udara setiap pagi. Kasihan anak-anak di sekolah depan pabrik, dampaknya jelas ke kesehatan. Warga sudah tidak nyaman lagi,” ujar salah seorang warga kepada awak media.
Menanggapi hal ini, Ketua RT 002 setempat menyebut bahwa pihak pengusaha pabrik tahu sudah berencana menambah ketinggian corong asap untuk mengurangi dampak pencemaran. Namun, pemasangan corong tambahan masih tertunda karena bangunan pabrik sedang tahap renovasi.
“Sudah saya sampaikan ke pemilik usaha. Corong asap memang akan ditambah ketinggiannya. Hanya saja karena bangunan masih tahap rehab, jadi pemasangannya ditunda agar tidak kerja dua kali. Corongnya sudah dipesan di Samarinda,” jelas Ketua RT 002.
Meski demikian, warga mempertanyakan apakah penambahan ketinggian corong asap benar-benar menjadi solusi jangka panjang atas persoalan pencemaran tersebut. “Apakah dengan menambah tinggi corong asap, polusi benar-benar hilang? Itu yang kami tanyakan,” ungkap salah seorang warga.
Selain persoalan asap, bangunan pabrik yang terlalu maju ke tepi jalan juga menuai sorotan dari masyarakat sekitar.
Warga berharap, Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) segera turun tangan ke lokasi untuk melakukan pengecekan sekaligus memberikan solusi yang adil. “Kami tidak menolak usaha tahu tempe berjalan, tapi jangan sampai merugikan warga sekitar. Harus ada jalan keluar supaya semua bisa nyaman,” tambah warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak DLHK Berau belum memberikan keterangan resmi terkait penanganan kasus pencemaran udara di wilayah Rinding tersebut.****
Tim DK – RED.















