*Oleh: Johan Sopaheluwakan, S.Pd., C.EJ., C.BJ*
Jakarta Barat, DKI Jakarta – Rabu (25/9/2025) – Kemiskinan di Jakarta kembali mencuat sebagai masalah pelik yang tak kunjung usai. Data terbaru Maret 2025 menunjukkan peningkatan angka kemiskinan menjadi 4,28% dari 4,14% pada September tahun sebelumnya. Artinya, ada 468.870 jiwa penduduk Jakarta yang kini berjuang di bawah garis kemiskinan.
Ironis, mengingat Jakarta adalah pusat ekonomi Indonesia. Apa yang sebenarnya terjadi?
Kenaikan garis kemiskinan menjadi Rp 852.798 per kapita per bulan adalah alarm pertama. Ini berarti, biaya hidup semakin tinggi, sementara pendapatan sebagian warga tak mampu mengejar. Kenaikan harga bahan makanan pokok seperti beras juga menjadi pukulan telak bagi keluarga miskin. Inflasi yang terus menggerogoti daya beli dan angka pengangguran yang tak kunjung turun memperparah situasi.
Inflasi membuat harga-harga melambung tinggi, dari kebutuhan pokok hingga biaya transportasi. Sementara itu, pengangguran yang tinggi, terutama akibat dampak pandemi yang belum sepenuhnya pulih, membuat banyak keluarga kehilangan sumber pendapatan. Akibatnya, daya beli masyarakat menurun drastis, dan semakin banyak yang terjerumus ke jurang kemiskinan.
Pemerintah dan masyarakat harus bersinergi untuk mengatasi masalah ini. Pemerintah perlu mengambil langkah-langkah strategis, seperti:
1. Stabilisasi Harga
Pemerintah harus berupaya menstabilkan harga bahan pokok dan kebutuhan penting lainnya melalui subsidi, operasi pasar, dan kerjasama dengan daerah penghasil.
2. Penciptaan Lapangan Kerja
Pemerintah harus mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, sehingga tercipta lapangan kerja baru bagi warga Jakarta. Pelatihan keterampilan juga penting untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja.
3. Program Bantuan Sosial yang Tepat Sasaran
Pemerintah harus memastikan program bantuan sosial seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Sehat (KJS) tepat sasaran dan efektif membantu keluarga miskin memenuhi kebutuhan dasar.
4. Pengembangan UMKM
Pemerintah harus mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan. UMKM dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Masyarakat juga memiliki peran penting dalam mengatasi kemiskinan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah:
1. Mendukung Produk Lokal
Dengan membeli produk lokal, kita membantu UMKM dan petani lokal untuk berkembang.
2. Berbagi dengan Sesama
Masyarakat yang mampu dapat membantu keluarga miskin melalui kegiatan sosial, donasi, atau program pemberdayaan masyarakat.
3. Bijak dalam Mengelola Keuangan
Masyarakat perlu bijak dalam mengelola keuangan, menghindari konsumsi berlebihan, dan menabung untuk masa depan.
4. Berpartisipasi Aktif dalam Program Pemerintah
Masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam program-program pemerintah yang bertujuan untuk mengurangi kemiskinan.
Kemiskinan di Jakarta adalah masalah kompleks yang membutuhkan solusi komprehensif dan berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat adalah kunci untuk memutus rantai kemiskinan dan mewujudkan Jakarta yang lebih adil dan sejahtera bagi semua.
*Penulis adalah Ketua PEWARNA Indonesia Provinsi DKI Jakarta*
*Alumni Prodi Pendidikan Dunia Usaha / PIE STKIP Purnama, Kebayoran Baru Jakarta Selatan*















