Berau — Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Berau menyatakan keprihatinan mendalam atas dugaan keterlibatan salah satu anggotanya dalam kasus kekerasan seksual yang saat ini sedang ditangani aparat kepolisian. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Berau, Syarifatul, kepada media ini, sebagai bentuk sikap resmi organisasi, sekaligus bahan evaluasi untuk memperkuat pembinaan di masa mendatang, Senin, (17/12/2025).
Menurut Syarifatul, Kwarcab Berau menghormati dan mendukung penuh proses hukum yang sedang berjalan. Ia menegaskan bahwa lembaga Pramuka memegang prinsip tegas dalam menolak segala bentuk kekerasan terhadap anak, termasuk kekerasan seksual, serta mengedepankan perlindungan terhadap korban.
“Kami memastikan bahwa korban mendapatkan pendampingan dan perlindungan yang layak. Tindakan yang diduga dilakukan pelaku sepenuhnya merupakan tindakan pribadi dan tidak mencerminkan nilai-nilai Gerakan Pramuka,” tegasnya.
Kwarcab Pramuka Berau juga menyatakan komitmen untuk menjadikan kasus ini sebagai evaluasi internal, terutama terkait penguatan pendidikan karakter, pengawasan, dan sistem pelaporan agar kejadian serupa tidak terulang.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Kwarcab Berau menyatakan siap bekerja sama jika diperlukan dalam rangka mendukung penegakan hukum dan memastikan seluruh proses berjalan transparan dan adil.****
Tim DK
Editor: Marihot















