Berau, Kaltim, – Selasa, 9//12/225,- Seorang wanita dengan hati mulia dan polos, Ibu Nur Fauziah, telah melangkah jauh hanya dengan kekuatan hati untuk menjaga anak-anak yatim, piatu, dan terlantar selama bertahun-tahun. Tanpa donatur tetap, tanpa proposal resmi, dan hanya dengan kepercayaan pada rezeki Allah SWT.
Ia telah merawat 35 anak di “Rumah Anak Indonesia” yang kini berada di krisis: tempat tinggal mereka di Jalan Gunung Panjang RT 04 Kabupaten Berau,Kaltim, telah diangsur ke bank dan hanya diberi waktu 1 bulan untuk pindah. Yang menguatkan, Ibu Nur Fauziah pun tak keberatan berpindah ke tempat baru dan memberikan nama baru bagi panti asuhannya.
Kronologis awal mulainya berawal tahun 2014, ketika Ibu Nur Fauziah dan suaminya tinggal di kontrakan 3 pintu di Jalan Kilo 2 Sambaliung bersama 12 anak asuh. Hanya dengan 1 kamar tidur, 1 kamar mandi, dan 1 ruang tamu yang juga dijadikan mushola, mereka bertahan lebih dari satu tahun.
Keberuntungan menyertai ketika mereka bertemu Bapak Fitrial Noor di rumah sakit saat membawa anak asuh yang sakit. Setelah melihat kondisi kontrakan yang tidak layak, Bapak Fitrial menawarkan tempat tinggal di Gunung Panjang.
Pada tanggal 09 September 2016, mereka pindah ke tempat baru tersebut. Selama hampir 9 tahun, meski tidak pernah meminta bantuan ke perusahaan, pemerintah, atau membuat proposal, kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah anak-anak selalu terpenuhi. Alhamdulillah, rezeki selalu datang meski tanpa donatur tetap.
Namun, kabar tidak baik tiba: tanah dan bangunan tempat mereka tinggal kini diangsur ke bank. Tanpa tempat tinggal baru, Ibu Nur Fauziah dan 35 anak asuhnya bingung harus pergi kemana. Namun, semangatnya tetap terjaga – dia siap menerima tempat tinggal baru dan bahkan bersedia mengganti nama panti sebagai tanda awal yang baru.
“Saya Jeny Claudya, Ketua Nasional TRCPPA, salut pada Ibu Nur Fauziah yang telah dengan penuh dedikasi melindungi anak-anak ini. Percayalah, bantuan untuk anak-anak asuhnya akan tetap kuat,” ujar Jeny Claudya.
Kami mohon pertolongan dan bantuan dari semua pihak agar anak-anak ini segera mendapatkan tempat tinggal yang layak. Semoga ada hamba Allah yang bersedia menolong jalan keluar bagi mereka, bahkan dengan nama panti yang baru.**
Tim DK Kaltim















