Derap Kalimantan. Com – Sebuah insiden kecelakaan lalu lintas tunggal yang menggemparkan terjadi pada Kamis pagi, 11 Desember 2025, di SDN Kalibaru 01 Pagi, Cilincing, Jakarta Utara. Sekitar pukul 07.10 WIB, sebuah mobil Granmax berwarna putih dengan nomor polisi B-2093-UIU tiba-tiba menerobos pagar sekolah dan masuk ke area lapangan upacara, saat siswa dan guru sedang melaksanakan kegiatan rutin pagi.
Menurut informasi dari Polres Metro Jakarta Utara, pada pukul 06.30 WIB para siswa sedang mengikuti upacara bendera sekaligus kegiatan literasi. Tanpa diduga, mobil yang dikemudikan seorang pengemudi laki-laki tersebut menabrak pagar sekolah yang dalam keadaan tertutup, lalu melaju ke tengah lapangan upacara. Sejumlah siswa yang sedang berada di barisan upacara tertabrak dan sebagian terlindas kendaraan tersebut, sehingga menimbulkan kepanikan luar biasa di lokasi.
Petugas gabungan segera bergerak cepat mengevakuasi korban. Para siswa yang mengalami luka-luka langsung dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat, yaitu Puskesmas Cilincing II dan RSUD Cilincing. Hingga laporan diterima, terdapat sedikitnya 19 siswa yang telah terdata sebagai korban dengan berbagai tingkatan luka.
Daftar korban yang dirawat di **Puskesmas Cilincing II** meliputi:
* Aditya Pradipta (Kelas 3C)
* Maulana Aufar (Kelas 5B)
Sementara itu, korban yang dilarikan ke **RSUD Cilincing** tercatat lebih banyak, di antaranya: Salsabila, Ahmad Fauzan, Bagus, Khanza, Dian, Anisa, Surya, Dita, Hafiz, Weren, Nabil, Alvaro, Lilo, Rey, Hafiz (1A), Yuda, dan Ray Firmansyah. Seluruhnya merupakan siswa kelas 1 hingga kelas 5 yang berada di lapangan saat kejadian berlangsung.
Pihak kepolisian telah mengamankan sopir mobil Granmax tersebut untuk pemeriksaan lebih lanjut. Olah tempat kejadian perkara (TKP) juga dilakukan dengan memeriksa saksi-saksi, termasuk guru dan warga sekitar, serta meninjau rekaman CCTV yang berada di sekitar lokasi.
Menanggapi kejadian yang menimpa anak-anak sekolah dasar ini, Ketua Nasional Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) menyampaikan perhatian mendalam dan menegaskan perlunya respon cepat dari seluruh pihak terkait. Selain pertolongan medis, TRC PPA menekankan pentingnya penanganan psikologis bagi para korban dan teman-teman sekelas yang menyaksikan peristiwa traumatis tersebut. Tim TRC PPA juga telah diterjunkan langsung ke lokasi guna memantau perkembangan kondisi korban, memberikan pendampingan, serta memastikan proses penanganan berjalan optimal.
Ketua Nasional TRC PPA juga menyerukan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan sekolah, termasuk pengaturan akses kendaraan dan perlindungan area yang digunakan untuk kegiatan siswa, agar insiden serupa tidak kembali terjadi.
Pihak Polres Metro Jakarta Utara bersama Tim Reaksi Cepat PPA memastikan bahwa perkembangan terbaru terkait penanganan korban maupun proses penyelidikan akan terus disampaikan kepada publik seiring berjalannya waktu.(Tim).















