• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Index
DerapKalimantan.com
Advertisement
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukrim
  • Kejaksaan RI
  • Ekonomi
  • TNI & POLRI
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Kuliner
  • Internasional
  • Login
No Result
View All Result
DerapKalimantan.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukrim
  • Kejaksaan RI
  • Ekonomi
  • TNI & POLRI
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Kuliner
  • Internasional
No Result
View All Result
DerapKalimantan.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukrim
  • Kejaksaan RI
  • Ekonomi
  • TNI & POLRI
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Kuliner
  • Internasional
Home Daerah

Menyurat Makna Tiga Pesan Presiden Untuk Papua

Admin by Admin
Desember 21, 2025
in Daerah
0
Menyurat Makna Tiga Pesan Presiden Untuk Papua
0
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Laurens Minipko/Pemerhati Sosial Budaya Papua

PADA Selasa (16/12) Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan seluruh kepala daerah di Pulau Papua di Istana Negara, Merdeka Utara, Jakarta. Hadir enam gubernur, 42 bupati/wali kota, serta 10 anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua.

Di hadapan mereka, Presiden Prabowo menyampaikan tiga pesan utama yaitu percepatan pembangunan dengan pengamanan negara dan swasembada pangan (energi), komitmen menjadikan Papua sebagai kawasan strategis kemandirian energi nasional, dan pembangunan rumah sakit, sekolah, pariwisata, keamanan, dan infrastruktur.

Sekilas, pesan pesan ini terdengar progresif dan menjanjikan. Namun bagi Papua, setiap kalimat pembangunan selalu membawa sejarah panjang relasi kuasa: negara, pasar, dan masyarakat adat. Karena itu, pesan Presiden perlu dibaca bukan hanya secara normatif: apa yang diucapkan. Lebih dari itu secara hermeneutik: apa makna, arah, dan implikasi bagi hidup orang Papua.

Pertama, percepatan pembangunan dan pengamanan kekayaan negara. Presiden menegaskan bahwa Papua harus didorong pembangunannya melalui pengamanan kekayaan negara serta penguatan swasembada pangan dan energi hingga tingkat daerah.

Di sini, Papua langsung ditempatkan sebagai wilayah strategis ekonomi-politik nasional. Istilah “pengamanan kekayaan negara” mengandung makna bahwa Papua dibaca sebagai ruang aset: hutan, tanah, air, energi, dan mineral. Swasembada pangan dan energi bukan semata urusan kesejahteraan lokal, melainkan bagian dari logika ketahanan nasional.

Masalahnya, dalam pengalaman Papua, logika percepatan kerapkali berjalan dengan bahasa negara dan pasar, bukan bahasa hidup masyarakat adat. Ketika pengamanan kekayaan negara menjadi prioritas, muncul aneka pertanyaan mendasar yang berkelebat: kekayaan negara versi siapa? Apakah tanah adat, hutan sagu, sungai, dan laut yang menopang hidup orang Papua dibaca sebagai kekayaan yang harus dilindungi, atau justru sebagai komoditas yang harus diamankan dari warganya sendiri?

Percepatan pembangunan tanpa koreksi perspektif berisiko berubah menjadi percaptan ekstraksi. Jalan dibangun cepat, investasi masuk cepat, tetapi relasi sosial, ekologi, dan budaya justru rapuh.

Kedua, kemandirian energi dan penetapan Papua sebagai kawasan strategis. Pengembangan swasembada energi nasional. Ini menandai pergeseran penting: Papua bukan sekadar wilayah “tertinggal” yang harus dikejar, namun ia jantung masa depan energi Indonesia. Air, panas bumi, bioenergi, dan sumber daya lain menjadikan Papua penyangga kemandirian nasional di tengah krisis global.

Namun sejarah Papua menyodorkan satu pelajaran pahit: setiap kali Papua disebut strategis, tubuh orang Papua sering menjadi sekunder. Penetapan kawasan strategis kerap diikuti pembatasan ruang hidup, konflik agraria, dan penguatan aparat keamanan. Energi mengalir ke pusat, sementara risiko sosial dan ekologis tertinggal di kampung-kampung.

Tanpa pengakuan hak ulayat, persetujuan bebas dan didahulukan, serta keterlibatan orang asli Papua (OAP) sebagai subjek utama, kemandirian energi nasional justru dapat melahirkan ketergantungan baru bagi Masyarakat lokal: bergantung pada proyek, upah rendah, dan kebijakan yang tidak mereka rancang.

Ketiga, pembangunan layanan dasar dan keamanan. Presiden juga menjanjikan pembangunan rumah sakit, renovasi sekolah, sekolah rakyat, pengembangan pariwisata, penjaminan keamanan, dan perbaikan infrastruktur di seluruh Papua. Pesan ini mencerminakn wajah negara kesejahteraan: negara hadir melalui layanan dasar. Ini penting, sebab selama bertahun-tahun Papua kerap diperlakukan sebagai wilayah kaya sumber daya, tetapi miskin layanan.

Keamanan dan Swasembada

Namun, paling kurang dua catatan kritis perlu diajukan di sini. Pertama, keamanan sering diletakkan sebagai prasyarat pembangunan. Dalam pengalaman Papua, keamanan kerap dimaknai sebagai kehadiran aparat bersenjata di ruang sipil, bukan rasa aman warga. Sekolah dan rumah sakit dapat berdiri megah, tetapi kehilangan makna jika dibayangi rasa takut.

Kedua, gagasan swasembada pangan di setiap kabupaten perlu dibaca hati-hati. Swasembada sering diterjemahkan secara seragam: beras, sawah, dan komoditas pasar. Padahal sistem pangan Papua bertumpuh pada sagu, umbi, hutan, dan laut, yaitu pada relasi ekologis, bukan semata produksi massal. Di sinilah lahir kritik paling jujur dari orang Papua: kami butuh sagu, bukan sawit.

Frasa ini bukan romantisme budaya. Ia kritik epistemik terhadap cara negara mendefinisikan kebutuhan. Ketika swasembada diukur dengan indikator nasional yang seragam, pengetahuan lokal dipinggirkan. Buntutnya, orang Papua diposisikan sebagai objek yang harus “diajari hidup benar.”

Jika ketiga pesan presiden dirangkai, tampak satu benang merah: Papua diposisikan sebagai ruang strategis nasiona (energi, pangan, aset, dan stabilitas. Ini bukan salah. Negara memang berhak merancang masa depannya. Tetapi pertanyaan etis dan politisnya tetap mendesak: apakah Papua dibangun bersama orang Papua atau di atas orang Papua?

Pembangunan tanpa hermeneutika lokal akan selalu timpang bahkan pincang. Negara boleh berbicara tentang percepatan, kemandirian, dan keamanan, tetapi Papua akan terus mengingatkan dengan satu kalimat sederhana, namun radikal: kami butuh sagu, bukan sawit. Kalimat itu menuntut satu hal yaitu pembangunan yang berpijak pada kehidupan asali dan menyejarah, bukan sekadar merujuk angka dan strategi.**

Tim

Post Views: 39
Tags: Presiden Prabowo
Previous Post

Perpindahan Masjid Al Ikhlas Berdasarkan Musyawarah Dan Sesuai Kesepakatan 

Next Post

Ojol Sumut Peduli Salurkan Bantuan Untuk Korban Bencana

Admin

Admin

Next Post
Ojol Sumut Peduli Salurkan Bantuan Untuk Korban Bencana

Ojol Sumut Peduli Salurkan Bantuan Untuk Korban Bencana

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Duka di Balik Tembok Panti: Kekerasan dan Pelecehan Seksual Diduga Terjadi di Yayasan Panti Asuhan

Duka di Balik Tembok Panti: Kekerasan dan Pelecehan Seksual Diduga Terjadi di Yayasan Panti Asuhan

Mei 5, 2025
Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Bupati, SK Kenaikan Tarif PDAM Jadi Sorotan “Lempar Batu, Sembunyi Tangan”

Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Bupati, SK Kenaikan Tarif PDAM Jadi Sorotan “Lempar Batu, Sembunyi Tangan”

Januari 5, 2025
Diduga Tabrak Undang-undang untuk Muluskan Kenaikan Tarif Restribusi RSUD dr. Abdul Rivai, Benarkah..?   Ini Faktanya….! 👇👇👇

Tarif Restribusi Rawat Inap RSUD dr.Abdul Rivai Lebih Mahal Dibandingkan RSUD Wahab Syahrani dan RSUD Kanujoso Balikpapan, Segini Besarannya 👇👇👇

November 12, 2024
Dugaan Korupsi Mengemuka: Proyek Fiktif dan Jalan Desa Mangkrak, ADD Rp. 7 Miliar di Desa Tj. Mangkaliat Dipertanyakan

Dugaan Korupsi Mengemuka: Proyek Fiktif dan Jalan Desa Mangkrak, ADD Rp. 7 Miliar di Desa Tj. Mangkaliat Dipertanyakan

April 22, 2025
Warga Resah, Peredaran Miras Ilegal di Jl. H. A. R. M Ayoeb Tanjung Redeb Kian Terang-Terangan

Warga Resah, Peredaran Miras Ilegal di Jl. H. A. R. M Ayoeb Tanjung Redeb Kian Terang-Terangan

2
Pembangunan Drainase di Talisayan Diduga Asal-asalan, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek Miliaran Rupiah

Pembangunan Drainase di Talisayan Diduga Asal-asalan, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek Miliaran Rupiah

1

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Shadow Tactics: Blades of the Shogun Review

0
Isu Audit BPK di RSUD Abdul Rivai Berau Jadi Sorotan, Belum Ada Rilis Resmi

Isu Audit BPK di RSUD Abdul Rivai Berau Jadi Sorotan, Belum Ada Rilis Resmi

April 17, 2026
Hukum Tumpul ke Kiri, Tajam ke Kanan. Kasus Saling Lapor di Nias Menjadi Sorotan publik

Hukum Tumpul ke Kiri, Tajam ke Kanan. Kasus Saling Lapor di Nias Menjadi Sorotan publik

April 17, 2026
Tanggapan Senator Paul Finsen Mayor: “Semua Kembali ke Masyarakat Papua”

Tanggapan Senator Paul Finsen Mayor: “Semua Kembali ke Masyarakat Papua”

April 16, 2026
Waskat Penggunaan Senjata Api Dinas, Div Propam Polri Gelar Rik Senpi Di Polres Binjai

Waskat Penggunaan Senjata Api Dinas, Div Propam Polri Gelar Rik Senpi Di Polres Binjai

April 16, 2026

Recent News

Isu Audit BPK di RSUD Abdul Rivai Berau Jadi Sorotan, Belum Ada Rilis Resmi

Isu Audit BPK di RSUD Abdul Rivai Berau Jadi Sorotan, Belum Ada Rilis Resmi

April 17, 2026
Hukum Tumpul ke Kiri, Tajam ke Kanan. Kasus Saling Lapor di Nias Menjadi Sorotan publik

Hukum Tumpul ke Kiri, Tajam ke Kanan. Kasus Saling Lapor di Nias Menjadi Sorotan publik

April 17, 2026
Tanggapan Senator Paul Finsen Mayor: “Semua Kembali ke Masyarakat Papua”

Tanggapan Senator Paul Finsen Mayor: “Semua Kembali ke Masyarakat Papua”

April 16, 2026
Waskat Penggunaan Senjata Api Dinas, Div Propam Polri Gelar Rik Senpi Di Polres Binjai

Waskat Penggunaan Senjata Api Dinas, Div Propam Polri Gelar Rik Senpi Di Polres Binjai

April 16, 2026

Browse by Category

  • Ancol
  • Bible Practice Today
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Internasional
  • Internasional
  • Jumat Berkah
  • Kejaksaan RI
  • Kemendagri
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Mahkamah Agung RI
  • Mahkamah Agus RI
  • Maritim
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwaisata
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • TNI & POLRI
  • TRCPPA Indonesia

Recent News

Isu Audit BPK di RSUD Abdul Rivai Berau Jadi Sorotan, Belum Ada Rilis Resmi

Isu Audit BPK di RSUD Abdul Rivai Berau Jadi Sorotan, Belum Ada Rilis Resmi

April 17, 2026
Hukum Tumpul ke Kiri, Tajam ke Kanan. Kasus Saling Lapor di Nias Menjadi Sorotan publik

Hukum Tumpul ke Kiri, Tajam ke Kanan. Kasus Saling Lapor di Nias Menjadi Sorotan publik

April 17, 2026
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Index

Hak Cipta Derapkalimantan.com © 2024 Website Development

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukrim
  • Kejaksaan RI
  • Ekonomi
  • TNI & POLRI
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Kuliner
  • Internasional

Hak Cipta Derapkalimantan.com © 2024 Website Development

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In