• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Index
DerapKalimantan.com
Advertisement
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukrim
  • Kejaksaan RI
  • Ekonomi
  • TNI & POLRI
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Kuliner
  • Internasional
  • Login
No Result
View All Result
DerapKalimantan.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukrim
  • Kejaksaan RI
  • Ekonomi
  • TNI & POLRI
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Kuliner
  • Internasional
No Result
View All Result
DerapKalimantan.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukrim
  • Kejaksaan RI
  • Ekonomi
  • TNI & POLRI
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Kuliner
  • Internasional
Home Politik

Pilkada Melalui DPRD: Ancaman Sentralisme Kekuasaan dan Lonceng Kematian Demokrasi Lokal

Admin by Admin
Januari 18, 2026
in Politik
0
Pilkada Melalui DPRD: Ancaman Sentralisme Kekuasaan dan Lonceng Kematian Demokrasi Lokal
0
SHARES
22
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Deodatus Sunda Se, Direktur Institut Marhaenisme 27

Jakarta,-Wacana pengembalian mekanisme Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada ke tangan DPRD bukan sekadar perubahan teknis administratif. Gagasan ini merupakan sinyal merah bagi masa depan demokrasi Indonesia. Di tengah janji konsolidasi demokrasi pasca-Reformasi, rakyat justru disuguhi rencana yang berpotensi memperkuat kontrol kekuasaan pusat atas daerah. Langkah tersebut mencerminkan bentuk nyata sentralisasi kekuasaan yang menggerus kedaulatan rakyat, sekaligus membuka jalan menuju praktik pemerintahan yang semakin otoriter dan tertutup.

Manipulasi Narasi Efisiensi Anggaran

Narasi efisiensi fiskal selalu dijadikan senjata utama untuk membatasi partisipasi publik. Pilkada langsung dituding mahal dan tidak efektif. Namun argumen ini sesungguhnya mengandung cacat penalaran yang serius.

Dari sisi komparasi anggaran, dana Pilkada 2024 yang berkisar sekitar 37 triliun rupiah masih jauh lebih kecil dibandingkan biaya Pemilu Nasional yang mencapai 71,3 triliun rupiah. Bahkan nilainya hampir setara dengan alokasi program makan gratis yang juga berada pada kisaran 71 triliun rupiah.

Selain itu, demokrasi tidak bisa diukur semata dari aspek biaya. Hak politik warga adalah bagian dari kontrak sosial yang tidak bisa ditawar dengan alasan efisiensi. Menggunakan dalih anggaran untuk menghapus hak pilih rakyat pada dasarnya merupakan upaya melegitimasi pengebirian hak politik demi kepentingan elite semata.

Memindahkan Korupsi ke Ruang Gelap

Mengembalikan pemilihan kepala daerah kepada DPRD berarti menyerahkan kedaulatan rakyat kepada institusi yang memiliki catatan integritas mengkhawatirkan.

Data Komisi Pemberantasan Korupsi pada periode 2004 hingga 2025 menunjukkan bahwa anggota DPR dan DPRD merupakan profesi ketiga terbanyak yang terjerat kasus korupsi dengan total 364 perkara. Di sisi lain, riset Indonesia Corruption Watch mencatat sedikitnya 545 anggota DPRD telah tersangkut berbagai kasus korupsi.

Komposisi parlemen yang semakin didominasi politisi-pebisnis memperparah situasi. Sebanyak 61 persen anggota DPR RI periode 2024 hingga 2029 teridentifikasi memiliki latar belakang bisnis. Kondisi ini membuat konflik kepentingan semakin akut.

Pemilihan melalui DPRD tidak akan menghapus praktik politik uang. Sebaliknya, mekanisme tersebut justru memindahkan transaksi dari ruang publik yang terbuka ke ruang tertutup yang minim pengawasan. Politik uang tidak hilang, melainkan berubah bentuk menjadi praktik dagang sapi antar-elite.

Matinya Kontrak Sosial dan Lahirnya Kartel Politik

Perubahan mekanisme pemilihan akan merombak secara mendasar struktur pertanggungjawaban kepemimpinan di daerah.

Dalam Pilkada langsung, kepala daerah memiliki tanggung jawab moral dan politik kepada konstituen yang memilihnya. Namun dalam mekanisme DPRD, loyalitas kepala daerah akan berpindah sepenuhnya kepada elite partai politik. Restu ketua umum partai menjadi jauh lebih menentukan dibandingkan mandat rakyat.

Sistem ini akan melahirkan kartel politik yang kuat. Koalisi partai di pusat dapat dengan mudah mendikte konfigurasi politik di daerah. Akibatnya, ruang bagi calon independen atau tokoh alternatif lokal menjadi tertutup rapat.

Fungsi pengawasan antara eksekutif dan legislatif daerah juga akan lumpuh karena keduanya berasal dari sumber kekuasaan yang sama. Aspirasi lokal yang majemuk akan dipaksa tunduk pada kepentingan elite Jakarta. Pola seperti ini merupakan ciri sentralisasi kekuasaan yang bertentangan dengan semangat otonomi daerah.

Hegemoni, Represi, dan Krisis Legitimasi

Dalam perspektif Antonio Gramsci, kebijakan ini menandai pergeseran dari hegemoni yang berbasis konsensus menuju dominasi yang mengandalkan paksaan. Kekuasaan tidak lagi mencari legitimasi melalui persetujuan rakyat, melainkan melalui pengendalian institusional.

Kekhawatiran tersebut semakin menguat dengan munculnya berbagai instrumen hukum yang berpotensi represif. KUHP dan KUHAP baru membuka ruang kriminalisasi terhadap kritik politik dengan dalih ketertiban. Rencana revisi Undang-Undang TNI juga berpotensi memperluas peran militer aktif ke ranah sipil, yang mengancam prinsip supremasi sipil dalam negara demokrasi.

Pada saat yang sama, legitimasi kebijakan ini sangat lemah di mata publik. Survei Litbang Kompas pada Desember 2025 menunjukkan bahwa 77,3 persen masyarakat menginginkan Pilkada tetap dilakukan secara langsung. Sementara itu, survei LSI Denny JA pada Januari 2026 mencatat 66,1 persen responden menolak mekanisme pemilihan melalui DPRD.

Memaksakan kebijakan yang ditolak mayoritas rakyat merupakan bentuk nyata pengkhianatan terhadap prinsip demokrasi.

Menolak Demokrasi Gimik

Wacana Pilkada melalui DPRD bukan sekadar perubahan prosedural. Ia adalah manifestasi konkret dari upaya mempersempit ruang demokrasi dan mengonsolidasikan kekuasaan di tangan segelintir elite politik dan ekonomi.

Yang tersisa hanyalah demokrasi gimik, sebuah sistem yang secara formal tampak demokratis, namun kehilan gan substansi kedaulatan rakyatnya.

Pada saat yang sama, legitimasi kebijakan ini sangat lemah di mata publik. Survei Litbang Kompas pada Desember 2025 menunjukkan bahwa 77,3 persen masyarakat menginginkan Pilkada tetap dilakukan secara langsung. Sementara itu, survei LSI Denny JA pada Januari 2026 mencatat 66,1 persen responden menolak mekanisme pemilihan melalui DPRD.

Memaksakan kebijakan yang ditolak mayoritas rakyat merupakan bentuk nyata pengkhianatan terhadap prinsip demokrasi.

Menolak Demokrasi Gimik

Wacana Pilkada melalui DPRD bukan sekadar perubahan prosedural. Ia adalah manifestasi konkret dari upaya mempersempit ruang demokrasi dan mengonsolidasikan kekuasaan di tangan segelintir elite politik dan ekonomi.

 

Yang tersisa hanyalah demokrasi gimik, sebuah sistem yang secara formal tampak demokratis, namun kehilangan substansi kedaulatan rakyatnya.

Efisiensi semu tidak boleh dijadikan jalan tol menuju totalitarianisme. Masa depan demokrasi lokal harus dipertahankan melalui Pilkada langsung sebagai wujud nyata kedaulatan rakyat.

 

Belum lagi, wacana ini lahir setelah berlakunya KUHP dan KUHAP baru yang berpotensi digunakan untuk mengkriminalisasi pihak-pihak yang diposisikan sebagai “musuh” politik pemerintah dengan dalih ketertiban dan stabilitas.

Kekhawatiran tersebut semakin menguat ketika disandingkan dengan pengesahan Revisi Undang-Undang TNI yang memperluas peran militer aktif ke ranah sipil dan jabatan pemerintahan, sehingga mengaburkan prinsip supremasi sipil pasca-Reformasi.

Di saat yang sama, muncul berbagai regulasi dan praktik kebijakan lain, seperti pembatasan terhadap kebebasan pers, penguatan kewenangan aparat keamanan dalam pengawasan dan penindakan, kriminalisasi terhadap aktivis dan demonstran melalui pasal-pasal karet yang bersama-sama kita saksikan pasca aksi di akhir Agustus 2025, serta kecenderungan penggunaan aparat negara untuk meredam kritik publik

Rentetan panjang kebijakan ini secara keseluruhan memperkuat narasi bahwa Indonesia kian mendekati jurang pemerintahan yang bercorak fasis dan totaliter, di mana kekuasaan terpusat, oposisi dilemahkan, dan ruang demokrasi semakin menyempit.**

DW

Post Views: 51
Tags: Berita Politik
Previous Post

Awal Tahun 2026 dan Rayakan HUT ke 1 Posted on Januari 17, 2026.

Next Post

Kunjungi BPPMT Pekanbaru, Wamen Viva Yoga Tinjau Berbagai Demplot Pertanian dan Perikanan

Admin

Admin

Next Post
Kunjungi BPPMT Pekanbaru, Wamen Viva Yoga Tinjau Berbagai Demplot Pertanian dan Perikanan

Kunjungi BPPMT Pekanbaru, Wamen Viva Yoga Tinjau Berbagai Demplot Pertanian dan Perikanan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Duka di Balik Tembok Panti: Kekerasan dan Pelecehan Seksual Diduga Terjadi di Yayasan Panti Asuhan

Duka di Balik Tembok Panti: Kekerasan dan Pelecehan Seksual Diduga Terjadi di Yayasan Panti Asuhan

Mei 5, 2025
Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Bupati, SK Kenaikan Tarif PDAM Jadi Sorotan “Lempar Batu, Sembunyi Tangan”

Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Bupati, SK Kenaikan Tarif PDAM Jadi Sorotan “Lempar Batu, Sembunyi Tangan”

Januari 5, 2025
Diduga Tabrak Undang-undang untuk Muluskan Kenaikan Tarif Restribusi RSUD dr. Abdul Rivai, Benarkah..?   Ini Faktanya….! 👇👇👇

Tarif Restribusi Rawat Inap RSUD dr.Abdul Rivai Lebih Mahal Dibandingkan RSUD Wahab Syahrani dan RSUD Kanujoso Balikpapan, Segini Besarannya 👇👇👇

November 12, 2024
Dugaan Korupsi Mengemuka: Proyek Fiktif dan Jalan Desa Mangkrak, ADD Rp. 7 Miliar di Desa Tj. Mangkaliat Dipertanyakan

Dugaan Korupsi Mengemuka: Proyek Fiktif dan Jalan Desa Mangkrak, ADD Rp. 7 Miliar di Desa Tj. Mangkaliat Dipertanyakan

April 22, 2025
Warga Resah, Peredaran Miras Ilegal di Jl. H. A. R. M Ayoeb Tanjung Redeb Kian Terang-Terangan

Warga Resah, Peredaran Miras Ilegal di Jl. H. A. R. M Ayoeb Tanjung Redeb Kian Terang-Terangan

2
Pembangunan Drainase di Talisayan Diduga Asal-asalan, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek Miliaran Rupiah

Pembangunan Drainase di Talisayan Diduga Asal-asalan, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek Miliaran Rupiah

1

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Shadow Tactics: Blades of the Shogun Review

0
Halalbihalal dan HUT Youtuber Nasional di Solo Dihadiri Jokowi dan Sejumlah Tokoh Penting Bangsa

Halalbihalal dan HUT Youtuber Nasional di Solo Dihadiri Jokowi dan Sejumlah Tokoh Penting Bangsa

April 6, 2026
Brimob Siaga Amankan Malam Paskah di Gunungsitoli, Patroli Humanis Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

Brimob Siaga Amankan Malam Paskah di Gunungsitoli, Patroli Humanis Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

April 6, 2026
Polsek Kuala Berhasil Ungkap Kasus Pencurian dengan Pemberatan, Diduga Pelaku Diamankan

Polsek Kuala Berhasil Ungkap Kasus Pencurian dengan Pemberatan, Diduga Pelaku Diamankan

April 5, 2026
Polres Simalungun Gerebek Sarang Narkoba di Kampung Jawa, Along Tidak Berkutik Saat dibekuk

Polres Simalungun Gerebek Sarang Narkoba di Kampung Jawa, Along Tidak Berkutik Saat dibekuk

April 5, 2026

Recent News

Halalbihalal dan HUT Youtuber Nasional di Solo Dihadiri Jokowi dan Sejumlah Tokoh Penting Bangsa

Halalbihalal dan HUT Youtuber Nasional di Solo Dihadiri Jokowi dan Sejumlah Tokoh Penting Bangsa

April 6, 2026
Brimob Siaga Amankan Malam Paskah di Gunungsitoli, Patroli Humanis Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

Brimob Siaga Amankan Malam Paskah di Gunungsitoli, Patroli Humanis Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

April 6, 2026
Polsek Kuala Berhasil Ungkap Kasus Pencurian dengan Pemberatan, Diduga Pelaku Diamankan

Polsek Kuala Berhasil Ungkap Kasus Pencurian dengan Pemberatan, Diduga Pelaku Diamankan

April 5, 2026
Polres Simalungun Gerebek Sarang Narkoba di Kampung Jawa, Along Tidak Berkutik Saat dibekuk

Polres Simalungun Gerebek Sarang Narkoba di Kampung Jawa, Along Tidak Berkutik Saat dibekuk

April 5, 2026

Browse by Category

  • Ancol
  • Bible Practice Today
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Internasional
  • Internasional
  • Jumat Berkah
  • Kejaksaan RI
  • Kemendagri
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Mahkamah Agung RI
  • Mahkamah Agus RI
  • Maritim
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwaisata
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • TNI & POLRI

Recent News

Halalbihalal dan HUT Youtuber Nasional di Solo Dihadiri Jokowi dan Sejumlah Tokoh Penting Bangsa

Halalbihalal dan HUT Youtuber Nasional di Solo Dihadiri Jokowi dan Sejumlah Tokoh Penting Bangsa

April 6, 2026
Brimob Siaga Amankan Malam Paskah di Gunungsitoli, Patroli Humanis Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

Brimob Siaga Amankan Malam Paskah di Gunungsitoli, Patroli Humanis Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

April 6, 2026
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Index

Hak Cipta Derapkalimantan.com © 2024 Website Development

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukrim
  • Kejaksaan RI
  • Ekonomi
  • TNI & POLRI
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Kuliner
  • Internasional

Hak Cipta Derapkalimantan.com © 2024 Website Development

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In