Berau – Jumat, (30/1/2026), Pelayanan kesehatan di RSUD dr. Abdul Rivai Berau, Jl. Pulau Panjang No.276, Tj. Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur kembali menuai sorotan. Keluarga pasien berinisial YL (90), warga Kelurahan Sei Bedungun, Kecamatan Tanjung Redeb, mengaku kecewa dan terpukul atas pelayanan rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut yang diduga menolak pasien lansia yang sudah masuk melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Peristiwa tersebut terjadi pagi tadi, saat YL dilarikan ke RSUD Abdul Rivai setelah mengalami insiden jatuh di rumahnya. Mengingat usia pasien yang sudah lanjut dan kondisi pasca jatuh yang dialaminya, pihak keluarga berharap pasien segera mendapatkan penanganan medis, setidaknya pemeriksaan awal seperti rontgen.
Namun harapan tersebut tidak terwujud. Menurut pengakuan keluarga, pihak rumah sakit justru meminta keluarga kembali mengurus rujukan dari puskesmas, meskipun pasien telah masuk melalui IGD. Akibatnya, pasien terpaksa dibawa pulang kembali ke rumah dalam kondisi menahan rasa sakit.
“Kalau memang ribet pakai BPJS, kami siap bayar umum, tidak masalah. Yang penting orang tua kami ditolong dulu. Kami merasa dipimpong, Seharusnya dirontgen karena beliau habis jatuh,” ungkap salah satu anggota keluarga dengan nada kecewa.
Kekecewaan ini kemudian disampaikan kepada media. Awak media mencoba mengonfirmasi langsung kepada Direktur RSUD Dr. Abdul Rivai, Jusram, terkait dugaan penolakan pasien tersebut.
Dalam percakapan singkat, Direktur RSUD menanyakan identitas pasien dan asal pelayanan. Setelah dijelaskan bahwa pasien berasal dari IGD dan menggunakan BPJS KIS, Direktur menyatakan akan melakukan konfirmasi internal terkait kejadian tersebut.
“Dari IGD atau poliklinik?” tanya Direktur RSUD.
“Dari IGD, tapi disuruh minta rujukan ke puskesmas lagi,” jawab awak media dalam konfirmasi percakapan dengan Direktur RSUD melalui Pasan Warshap telepon celuler.
Hingga berita ini diturunkan, pasien masih terbaring di rumah, belum sempat mendapatkan penanganan kesehatan dari pihak rumah sakit.
Pihak keluarga besar YL menilai kejadian ini sebagai bentuk buruknya pelayanan kesehatan, khususnya bagi pasien lansia dan masyarakat kecil. Mereka berharap Bupati Berau segera turun tangan dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen RSUD Abdul Rivai, agar pelayanan kesehatan di Kabupaten Berau lebih humanis, ramah, dan mengutamakan keselamatan pasien.
“Rumah sakit ini satu-satunya milik daerah. Kalau kondisi seperti ini, sulit berobat, kemana lagi orang tua kami mau dibawa berobat? kami sebagai warga sangat bingung, ” ujar pihak keluarga.
Kasus ini menambah daftar keluhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di Kabupaten Berau dan menjadi catatan serius bagi pemerintah daerah untuk memastikan hak dasar masyarakat atas layanan kesehatan yang layak dan manusiawi benar-benar terpenuhi.
Redaksi DK.















