Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memanas dalam beberapa hari terakhir. Serangan rudal dan drone yang dilaporkan melibatkan Iran terhadap sejumlah target yang berkaitan dengan pangkalan militer Amerika Serikat memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan tersebut.
Situasi perang yang memasuki hari ketiga dan keempat ini menimbulkan korban jiwa serta penderitaan masyarakat sipil. Tangisan dan kesedihan warga di wilayah konflik menjadi gambaran nyata dampak kemanusiaan dari perang yang terus berkecamuk.
Menanggapi kondisi tersebut, pakar hukum pidana internasional Prof. Dr. Sutan Nasomal SH, MH, PhD mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil peran aktif dalam mendorong terciptanya perdamaian dunia. Ia meminta Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk menggunakan pengaruh diplomasi Indonesia guna mendorong Israel mengakui kemerdekaan Palestina.
Menurut Prof. Sutan, prinsip tersebut sejalan dengan amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan di atas dunia harus dihapuskan.
Ia juga menilai Indonesia memiliki posisi strategis untuk menjadi penengah dalam konflik yang melibatkan berbagai negara di kawasan Timur Tengah. Kehadiran diplomasi Indonesia diharapkan dapat membuka ruang dialog bagi pihak-pihak yang bertikai.
Prof. Sutan menegaskan bahwa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dinilai memiliki kapasitas untuk menyerukan penghentian perang serta mendorong terciptanya solusi damai bagi konflik yang berkepanjangan di kawasan tersebut.
Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa konflik yang terus meluas dapat berdampak pada krisis energi dan keamanan global, termasuk bagi Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah diharapkan segera memperkuat kerja sama dalam bidang ketahanan energi guna mengantisipasi dampak dari ketidakstabilan geopolitik dunia.
Prof. Sutan juga menekankan pentingnya peran Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam mendorong negosiasi dan menghentikan eskalasi konflik sebelum situasi semakin memburuk dan menimbulkan ancaman yang lebih besar bagi keamanan dunia.
Ia mengungkapkan kekhawatirannya bahwa jika konflik tidak segera dihentikan, eskalasi militer dapat memicu perang yang lebih luas dan berpotensi menyeret banyak negara ke dalam konflik terbuka.
Menurutnya, solusi damai melalui dialog dan diplomasi harus menjadi prioritas utama demi mencegah semakin banyak korban sipil yang tidak bersalah.
Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Dr. Sutan Nasomal saat menjawab pertanyaan para pimpinan redaksi media cetak dan media daring nasional maupun internasional di kantor pusat Partai Koalisi Rakyat Indonesia di kawasan Komplek Kopassus, Jakarta, Kamis (5/3/2026).















