Berau — Warga bersama aparat TNI menemukan puing yang diduga bagian dari bangkai pesawat di perairan Pulau Derawan, Kabupaten Berau, pada Jumat (27/3/2026) sekitar pukul 10.25 WITA. Penemuan tersebut kini tengah dalam proses identifikasi oleh pihak berwenang.
Puing yang diduga berasal dari pesawat ditemukan mengapung di laut dan berhasil dievakuasi ke daratan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hingga saat ini, jenis pesawat serta asal-usulnya belum dapat dipastikan secara resmi.
Penemuan pertama kali dilaporkan oleh dua nelayan setempat, Kudik dan Tata. Proses evakuasi kemudian melibatkan masyarakat bersama aparat, termasuk Babinsa Koramil Pulau Derawan, Sersan Satu Martin Lukas Twenti. Selain itu, identifikasi awal juga dilakukan oleh unsur aparat wilayah seperti Danramil Pulau Derawan, Pos Angkatan Laut, serta Satpolairud Polres Berau.
Puing ditemukan pada Jumat, 27 Maret 2026. Sementara itu, berdasarkan dugaan awal aparat, insiden pesawat tersebut kemungkinan terjadi pada Januari 2026.
Lokasi penemuan berada di perairan antara Pulau Semama dan Pulau Sangalaki, yang masih termasuk kawasan Kampung Pulau Derawan. Wilayah ini dikenal sebagai jalur yang cukup ramai dilalui aktivitas laut dan udara.
Hingga kini, penyebab pasti keberadaan puing tersebut belum diketahui. Namun, aparat menduga puing tersebut berkaitan dengan peristiwa kecelakaan pesawat yang terjadi di perairan Manila, Filipina, pada Januari 2026.
Setelah menerima laporan nelayan, warga bersama aparat segera menuju lokasi dan melakukan evakuasi secara gotong royong. Puing-puing tersebut kemudian ditarik menggunakan perahu nelayan (speed boat) menuju titik akses terdekat di Pulau Semama. Proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena posisi puing berada di tengah perairan.
Saat ini, seluruh material yang ditemukan telah diamankan di daratan untuk keperluan identifikasi lebih lanjut oleh instansi terkait.
Peristiwa ini menarik perhatian masyarakat setempat mengingat kawasan Derawan merupakan wilayah strategis. Aparat mengimbau warga agar tetap waspada serta segera melaporkan jika menemukan benda mencurigakan lainnya di sekitar perairan.
Tim DK.















