Berau, Kaltim — 29 Maret 2026, Keberadaan dan aktivitas kepengurusan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, dipertanyakan oleh para pegiat olahraga dirgantara setempat. Pasalnya, hingga akhir 2023 dan memasuki 2026, tidak terlihat adanya kegiatan resmi maupun struktur kepengurusan yang aktif di daerah tersebut.
FASI sendiri merupakan organisasi yang menaungi cabang olahraga kedirgantaraan di Indonesia sejak didirikan pada 17 Januari 1972. Organisasi ini membawahi berbagai disiplin olahraga udara, seperti aeromodelling, paralayang, terjun payung, gantole, hingga penggunaan drone (UAV).
Berdasarkan penelusuran di lapangan, para penggemar aeromodelling di Berau masih aktif melakukan latihan secara mandiri. Kegiatan tersebut umumnya dilakukan di area terbuka di Jalan Poros Bangun–Sambaliung, yang dikenal sebagai lokasi latihan di lahan milik seorang pengusaha setempat.
Namun, saat dikonfirmasi, salah satu anggota komunitas aeromodelling mengaku tidak mengetahui siapa ketua maupun pengurus FASI Berau saat ini. Ia juga menegaskan bahwa latihan yang dilakukan bukan bagian dari agenda resmi organisasi.
“Kami latihan ini hanya inisiatif teman-teman saja, bukan program dari FASI,” ujarnya.
Kondisi Ini Jadi Sorotan
Minimnya peran organisasi dinilai menjadi kendala dalam pengembangan potensi atlet dan pembinaan olahraga dirgantara di Berau. Padahal, minat masyarakat terhadap olahraga ini tergolong tinggi, terutama pada cabang aeromodelling yang menuntut keterampilan dan ketangkasan dalam mengoperasikan pesawat model.
Situasi tersebut juga menimbulkan kekhawatiran menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026. Cabang olahraga dirgantara, khususnya aeromodelling dan drone, direncanakan akan turut dipertandingkan, termasuk melalui tahapan kualifikasi.
Harapan Pembenahan dari Tingkat Provinsi
Para pecinta aero sport di Berau berharap agar pengurus FASI Daerah Kalimantan Timur (FASIDA Kaltim) segera mengambil langkah konkret untuk membenahi struktur organisasi di tingkat kabupaten.
Mereka menilai, keberadaan kepengurusan yang aktif sangat penting untuk mendukung pembinaan atlet, penyelenggaraan kejuaraan, hingga persiapan menghadapi ajang resmi seperti Porprov.
Sebagai perbandingan, beberapa daerah lain di Kalimantan Timur, seperti Kabupaten Paser, telah lebih dulu membentuk kepengurusan yang aktif dan fokus mengembangkan fasilitas serta venue olahraga dirgantara, termasuk lokasi take-off untuk paralayang.
Kondisi vakumnya kepengurusan FASI di Berau menjadi perhatian serius, terutama di tengah tingginya antusiasme masyarakat terhadap olahraga dirgantara. Tanpa pembenahan organisasi yang jelas dan terstruktur, potensi atlet lokal dikhawatirkan tidak dapat berkembang optimal, terlebih menjelang agenda olahraga tingkat provinsi yang semakin dekat.
(Tim Liputan DK/Redaksi)















