Rabu 8 April 2026
Jakarta,-Maladi Simarmata, seorang pengajar musik di TVRI dan penyanyi opera Italia, berbagi pengalamannya tentang dunia musik. Dia memulai karirnya sebagai pengajar vokal di TVRI pada tahun 1988 dan terus mengembangkan kemampuan vokalnya dengan belajar dari penyanyi opera Italia.
Maladi telah mengikuti berbagai festival dan lomba musik, termasuk keroncong, pop, dan dangdut, dan telah memenangkan beberapa penghargaan. Dia percaya bahwa teknik bernyanyi harus terus dipelajari dan dikembangkan untuk mengikuti perkembangan zaman.
Maladi juga berbagi pengalamannya sebagai pengajar vokal dan bagaimana dia mengajarkan murid-muridnya untuk mengembangkan kemampuan vokal mereka. Dia menekankan pentingnya memiliki rasa ingin tahu dan penasaran dalam belajar musik.
Maladi juga bergabung dengan komunitas musik dan berbagi harapannya untuk komunitas tersebut, yaitu menjadi seperti keluarga, saling membantu, dan mendukung satu sama lain. Dia juga berharap komunitasnya dapat berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Produk-produk yang ditawarkan oleh komunitasnya belum disebutkan secara spesifik, namun Maladi menekankan pentingnya memiliki komunitas yang mendukung dan bermanfaat bagi anggotanya.
Dalam menceritakan Perjalanan Karirnya Dia bercerita “saya mulai berkarya itu dari tahun 1988, itu pertama saat saya ngajar di TVRI vokal di Purwacaraka di sekolah musik lain juga terakhir saya juga sekolah musik malah di musik full di Bekasi dan untuk festival-festival ini memang hobi ya karena aku tuh senang perang, sehingga panggung lah pengen diadu domba terus lomba-lomba karena kalau lomba otomatis kita harus belajar teknik, karena perubahan generasi ke generasi itu ada perubahan seperti teknik vokal cara bernyanyi, jadi kita ngikutin perkembangan jaman dalam dunia seni bernyanyi, makanya saya ikut terus sekalipun usia udah 60 tahun Ungkapnya.
Ditanya berapa perlombaan yang sudah di ikuti dia menjawab “Mungkin dari ribuan ya pialanya udah nggak ada tempat dia lagi kalau saya dulu aku itu pop Ya udah pop terus ikut ikut lomba keroncong juga
Belajar keroncong puluhan tahun dan sampai juara nasional 5 kali terus ikut seriusnya juga klasik belajar sama penyanyi.
Opera Italy itu yang guru aku klasik, Dan Terakhir baru dangdut.
Jadi aku ikut lomba sudah berprestasi baru aku merasa puas bahwa itu udah benar-benar dinilai oleh orang lain dan juara seperti itu, jadi keroncong seriosa, dangdut karena aku ini orangnya pengen tahu teknik bernyanyi itu kan harus untuk ini seperti apa penasaran belajar udah dapat coba praktekin dalam lomba menang nggak kalau sudah menang berarti sudah benar kitanya jadi. Itupun saya ajarkan kepada murid-murid vokal saya katakan jangan hanya satu jenis aja yang bisa dipelajari tekniknya.
Lebih lanjut ia menegaskan Dunia seni itu kayak dengan teknik bernyanyi, teknik Keroncong, Dangdut, dan campur sarinya harus dapat menyanyi sekarang ini guru vokal ya Jadi tidak ada fokus untuk anak-anak remaja dewasa orang tua kayaknya semua itu masuk itu satu pengajaran itu kemana-mana masuk gitu loh karena murid aku juga banyak orang tua ya udah usia di atas 50 ada yang playgroup ada yang 1 tahun gitu ada yang sudah penyanyi di Pub atau Cafe gitu loh, jadi kebutuhan itu ya semuanya kita harus masuk, harus masuk gitu terus terus sama Bu Rita Ratna Dewi iya sudah ada sebulan lah pertama aku agak ragu tapi terus coba dulu ah gitu gitu, Pas saya coba ternyata kok benar sampai ada di sini ada apa namanya produk-produk ini juga kayaknya tertarik gitu loh dan komunitasnya juga cocok dengan yang aku mau gitu, selama ini komunitasnya kan di luar sana banyak toksik- toksi.
“Maaf ya penyanyi- penyanyi yang nggak layak untuk ini gitu loh”.
Tapi kalau di sini aku perhatiin ya artis banyak Jadi saya butuh kan ini kita udah usia ya butuh untuk meningkatkan seniman kita enggak hilang tapi komunitas kita juga jadi Happy membuat kita sehat itu aja sih yang pertama.
Menikmati Hidup untuk sekarang ini sudah pengin nari ini ya kan baru mengisi data harapan aku sih terutama untuk komunitas harus seperti kekeluargaan saling membantu saling dan saling mendukung, punya rasa persaudaraan bukan keegoisan itu satu.
Yang kedua bisa membuat anggota atau komunitas itu berkembang dalam segi apa saja, ketiga yang bisa masing- masing anggota ini yang punya kelebihan memberikan suatu masukan atau suatu yang bisa berguna buat masyarakat, seperti Contoh mereka punya sekolah musik nah saya bisa aja yang bisa di sini bikin dan buka vokal atau apa berkembang untuk ngajarin orang-orang yang butuh dengan bimbingan dengan pendidikan musiknya seperti itu jadi bermanfaat buat sosial masyarakat dan komunitas pungkasnya.**
DW.















