Muara Badak (23/4/2026) – Nelayan Muara Badak yang tergabung dalam kelompok Pandu Alam Muara Berau menggelar aksi unjuk rasa di Sungai Muara Berau, Desa Muara Badak Ulu, pada Jumat, 17 April 2026.
Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap aktivitas kapal tugboat yang dinilai kerap melanggar alur pelayaran resmi. Para nelayan menuntut agar seluruh kapal tugboat mematuhi ketentuan Surat Persetujuan Olah Gerak (SPOG) serta mengikuti jalur pelayaran yang telah ditetapkan oleh Negara demi keselamatan dan ketertiban di perairan.
Dalam aksi tersebut, nelayan secara langsung meminta sejumlah kapal tugboat yang melewati sungai muara berau untuk putar balik dan kembali ke jalur pelayaran yang sesuai aturan. Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat Polairud Polda Kalimantan Timur, TNI AL, serta dihadiri perwakilan KSOP Kelas I Samarinda.
Dari hasil aksi itu, disepakati akan digelar pertemuan lanjutan dengan KSOP Samarinda bersama pihak terkait guna mencari solusi atas persoalan yang terus berulang di perairan sungai muara berau.
Namun, hingga kini pertemuan yang dijanjikan belum juga terlaksana. Kahar selaku ketua kelompok menyampaikan kekecewaannya atas belum adanya tindak lanjut dari pihak KSOP. Ia menegaskan bahwa sikap tersebut memicu keresahan di kalangan kelompoknya yang merasa aspirasinya diabaikan.
Sebagai bentuk desakan, Kahar kembali melayangkan surat aksi unjukrasa yang akan digelar pada Senin, 27 April 2026, di KSOP Samarinda dan Sungai Muara Berau, sebagai upaya menuntut kepastian dan mencari solusi terkait permasalahan di sungai muara berau.
HR.















