(DK), Penemuan benda mencurigakan yang diduga ranjau darat menggegerkan warga Desa Teluk Bakung. Benda tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Bustami saat beraktivitas di sekitar lokasi. Karena penasaran, ia mencoba mencongkel menggunakan parang hingga menemukan benda besi berkarat yang tertanam sekitar 30 sentimeter di dalam tanah.
Merasa khawatir benda tersebut berbahaya, Bustami segera melaporkan temuannya kepada Kepala Desa Teluk Bakung. Informasi itu kemudian diteruskan kepada pihak kepolisian.
Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Tanjung Pura langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP). Petugas segera melakukan sterilisasi awal, memasang garis polisi (police line), serta mengamankan perimeter dengan radius sekitar 200 meter demi keselamatan masyarakat sekitar.
Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo menyatakan bahwa pihaknya segera berkoordinasi dengan Polda Sumatera Utara, termasuk Dansat Brimob, guna menghadirkan Tim Jihandak/Jibom Sat Brimobda Sumut untuk penanganan lebih lanjut.
Selain pengamanan lokasi, petugas juga aktif mengimbau warga agar menjauh dari area penemuan dan tidak mendekati benda mencurigakan tersebut guna menghindari risiko yang tidak diinginkan.
Sekitar pukul 15.00 WIB, personel Subden Jibom Gegana Brimobda Sumut yang dipimpin AKP Sardi tiba di lokasi dan langsung melakukan survei serta sterilisasi area disposal. Setelah dinyatakan aman, ranjau darat tersebut kemudian dibawa ke lokasi disposal di Dusun Dahlia, Desa Teluk Bakung.
Proses pemusnahan dilakukan sesuai prosedur standar penjinakan bahan peledak. Pada pukul 15.58 WIB dilakukan hitung mundur, dan tepat pukul 15.59 WIB ranjau darat berhasil dimusnahkan dalam kondisi aman dan terkendali.
Kapolres Langkat menegaskan bahwa tindakan cepat ini merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam melindungi keselamatan masyarakat. Ia juga mengimbau warga agar segera melaporkan jika menemukan benda mencurigakan yang diduga bahan peledak atau peninggalan perang, serta tidak mencoba memindahkan atau menyentuhnya.
Masyarakat juga diingatkan untuk memanfaatkan layanan Call Center 110 Polres Langkat dalam melaporkan situasi darurat atau gangguan keamanan lainnya.
Berkat sinergi antara Polri, Brimob, TNI, dan pemerintah desa, seluruh rangkaian pengamanan hingga pemusnahan berjalan aman, lancar, dan kondusif tanpa adanya korban jiwa maupun kerusakan di sekitar lokasi.
Fzh.















