DENPASAR, Derapkalimantan.com- Bali memasuki babak baru penanganan krisis sampah setelah PT Aksara Cristy Legal resmi memulai perakitan mesin pengolah sampah berbasis teknologi pirolisis, SOLUSI AKSARA PIROLISIS.
Direktur PT Aksara Cristy Legal, Made Hiroki, menegaskan mesin ini menjadi jawaban atas darurat sampah Pulau Dewata pasca-penutupan TPA Suwung pada 1 Maret 2026.
“Tidak main-main. Saya pilih langsung tim insinyur terbaik untuk merakit mesin ini. Seleksi ketat memastikan setiap komponen dirakit oleh tangan ahli yang paham tantangan teknis dan lapangan,” ujar Made Hiroki, Jumat [8/5/2026].
*Lokasi Strategis, Produksi Jangka Panjang*
Penempatan lokasi perakitan dan produksi telah ditetapkan dengan mempertimbangkan akses logistik, kedekatan titik distribusi, serta ruang memadai untuk skala produksi jangka panjang.
“Ini bukan sekadar bengkel perakitan. Ini cikal bakal pusat industri pengolahan sampah modern berbasis lokal Bali,” tegasnya.
*Fokus pada Kemudahan Perawatan*
Filosofi utama SOLUSI AKSARA PIROLISIS adalah kesederhanaan dalam keandalan. Mesin dirancang sesuai kondisi operasional Bali: tidak rumit, namun tetap berteknologi tinggi.
“Saya ingin mesin ini bisa dirawat oleh siapa saja yang sudah dilatih. Jangan sampai rusak satu komponen kecil, seluruh operasi berhenti karena tunggu suku cadang dari luar negeri. Komponen harus mudah, perawatan harus gampang. Itu kunci keberlanjutan,” jelas Made Hiroki.
Pendekatan ini menjawab kelemahan teknologi impor yang kerap jadi rongsokan karena minim teknisi lokal.
*Lahir dari Krisis Sampah Sarbagita*
Proyek ini lahir dari keprihatinan mendalam atas krisis sampah Bali. Penutupan TPA Suwung meninggalkan kekosongan besar dalam sistem pengelolaan sampah Sarbagita: Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan. Tumpukan sampah di TPS, sungai, dan pesisir merusak citra Bali sebagai destinasi wisata dunia.
“Bali ini rumah saya. Saya tidak bisa diam melihat pulau ini terancam oleh sampahnya sendiri. Kalau bukan kita yang turun tangan, siapa lagi? SOLUSI AKSARA PIROLISIS bukan sekadar mesin. Ini pernyataan bahwa orang Bali bisa menyelesaikan masalahnya sendiri, dengan teknologi yang kita rakit sendiri,” kata Hiroki.
*Gerakan Ekonomi Sirkular*
SOLUSI AKSARA PIROLISIS mengubah sampah plastik dan residu menjadi produk bernilai ekonomi lewat proses pirolisis: pemanasan tanpa oksigen yang menghasilkan bahan bakar alternatif dan produk turunan. Lebih dari solusi teknis, ini ekonomi sirkular yang membuka lapangan kerja baru bagi warga Bali.
Dengan dimulainya tahap fisik perakitan, PT Aksara Cristy Legal bergerak dari konsep ke mesin nyata yang siap mengubah wajah penanganan sampah di Bali.
“Bali sedang menyaksikan lahirnya teknologi karya anak negeri. Dan kami memimpin di garis depan,” pungkas Made Hiroki.
Tim















