DerapKalimantan.com | Berau – Kampung Pulau Besing, Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, bersiap menyambut babak baru dalam penguatan ketahanan pangan sekaligus peningkatan ekonomi masyarakat.
Rencana pembangunan percetakan sawah di kawasan tersebut menjadi angin segar bagi warga yang selama ini menggantungkan hidup dari sektor perikanan, hasil sungai, dan potensi wisata alam.
Pulau Besing merupakan kampung yang berada di alur Sungai Berau dan dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kecamatan Gunung Tabur. Berjarak sekitar satu jam perjalanan dari ibu kota Kabupaten Berau, Tanjung Redeb, pulau ini menawarkan panorama alam yang masih asri dengan hamparan hutan mangrove yang mengelilinginya.
Kawasan ini juga dikenal sebagai habitat alami ribuan primata endemik bekantan, populasi kalong atau kelelawar besar, serta menjadi salah satu sentra penghasil udang galah terbesar di Berau. Potensi tersebut menjadikan Pulau Besing tidak hanya memiliki nilai ekologis yang tinggi, tetapi juga peluang besar dalam pengembangan sektor ekowisata melalui kegiatan susur sungai.
Di balik kekayaan alamnya, Kampung Pulau Besing dihuni sekitar 322 jiwa atau 91 kepala keluarga yang mayoritas berasal dari suku Berau. Masyarakat setempat masih mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal, hidup rukun, serta menjaga suasana kampung yang damai dan harmonis.
Kini, harapan baru hadir melalui perhatian pemerintah terhadap pengembangan sektor pertanian di wilayah tersebut. Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Berau merencanakan pembangunan percetakan sawah di Pulau Besing yang selama ini dikenal sebagai kawasan perairan payau.
Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Pertanian Pulau Besing, Ichwan Junaedi, SP, saat dikonfirmasi media ini membenarkan adanya rencana tersebut. Menurutnya, program itu merupakan bantuan dari pemerintah pusat sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Program percetakan sawah ini merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian RI. Pembangunan infrastruktur pertanian tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah dalam mendorong percepatan ketahanan pangan yang saat ini menjadi fokus utama,” ujarnya.
Ichwan menjelaskan, tahap awal percetakan sawah direncanakan mencakup lahan seluas sekitar 5 hingga 10 hektare. Ke depan, apabila hasilnya menunjukkan perkembangan positif, tidak menutup kemungkinan luas areal pertanian akan terus ditambah sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang ada.
Program tersebut diharapkan mampu membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, meningkatkan produktivitas pertanian, serta mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah. Kehadiran lahan sawah baru juga dipandang dapat menjadi sumber penghasilan tambahan bagi warga Pulau Besing.
Sementara itu, salah seorang petani Pulau Besing, Jauhari Ungkung, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas perhatian pemerintah terhadap masyarakat di kampungnya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pertanian yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat petani di Pulau Besing. Semoga program ini benar-benar terwujud dan membawa manfaat bagi kesejahteraan warga,” ungkapnya.
Rencana percetakan sawah tersebut menjadi simbol optimisme baru bagi Pulau Besing. Di tengah identitasnya sebagai kampung wisata berbasis ekologi dan kekayaan sumber daya perairan, sektor pertanian diharapkan mampu tumbuh sebagai pilar ekonomi baru yang memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Dengan dukungan pemerintah serta semangat gotong royong warga, Pulau Besing berpeluang menjadi contoh bagaimana potensi lokal dapat dikembangkan secara berkelanjutan, memadukan kekuatan sektor wisata, perikanan, dan pertanian demi masa depan yang lebih sejahtera.(**).
Jurnalis DK/(ID).















