BALIKPAPAN — Komitmen terhadap pelestarian lingkungan hidup kembali ditegaskan oleh jajaran Polda Kalimantan Timur. Personel Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud), Aipda Taufik Ismail, dianugerahi penghargaan Kalpataru Tahun 2026 atas kontribusi nyata dan berkelanjutan dalam menjaga serta mengembangkan kawasan konservasi mangrove di pesisir Kota Balikpapan.
Penghargaan Kalpataru merupakan bentuk apresiasi tertinggi di bidang lingkungan hidup yang diberikan kepada individu atau kelompok yang dinilai berhasil menunjukkan dedikasi, konsistensi, dan dampak nyata dalam upaya pelestarian alam. Capaian tersebut mencerminkan keberhasilan pendekatan terpadu yang mengedepankan rehabilitasi ekosistem, pemberdayaan masyarakat, serta edukasi lingkungan secara berkesinambungan.
Berangkat dari kepedulian terhadap kondisi pesisir yang mengalami degradasi, Aipda Taufik Ismail secara konsisten menginisiasi langkah-langkah strategis, mulai dari pembersihan kawasan, penanaman dan perawatan mangrove, hingga membangun kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat. Upaya tersebut tidak hanya memulihkan kualitas lingkungan, tetapi juga memperkuat fungsi ekologis kawasan sebagai pelindung alami dari abrasi serta habitat bagi beragam biota laut.
Seiring waktu, kawasan yang sebelumnya mengalami penurunan kualitas lingkungan berhasil ditata menjadi area konservasi yang produktif sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat. Keberadaan kawasan mangrove tersebut kini memberikan manfaat ekologis dan sosial yang signifikan, serta menjadi contoh praktik baik dalam pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi.
Selain kegiatan konservasi, Aipda Taufik Ismail juga aktif dalam meningkatkan kesadaran publik melalui sosialisasi dan edukasi kepada pelajar, komunitas, dan masyarakat luas mengenai pentingnya menjaga ekosistem mangrove. Pendekatan ini memperkuat pemahaman kolektif bahwa keberlanjutan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
Secara terpisah, Kabid Humas Polda Kalimantan Timur, Kombes Pol Yuliyanto, S.I.K., M.Sc., menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diraih tersebut. Ia menegaskan bahwa capaian ini merupakan representasi dari peran Polri yang tidak hanya berfokus pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga aktif berkontribusi dalam isu strategis, termasuk pelestarian lingkungan hidup.
“Penghargaan Kalpataru yang diterima Aipda Taufik Ismail mencerminkan dedikasi, integritas, dan konsistensi dalam menjaga kelestarian ekosistem mangrove. Ini menjadi bukti bahwa kehadiran Polri mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi seluruh personel Polri dan masyarakat untuk terus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan.
“Pelestarian lingkungan merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan kehidupan. Oleh karena itu, sinergi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga keseimbangan ekosistem,” tambahnya.
Polda Kalimantan Timur menegaskan komitmennya untuk terus mendorong keterlibatan aktif seluruh jajaran dalam kegiatan sosial dan lingkungan sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat. Penghargaan Kalpataru Tahun 2026 yang diraih Aipda Taufik Ismail diharapkan menjadi tonggak penguatan sinergi lintas sektor dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir di Kalimantan Timur.
Jurnalis: Hmd.
Penerbit: Marihot.















