*SEMARANG, 13 Juni 2026* – Video adu argumen antara seorang mahasiswa dan Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko dalam forum “Indonesia Emas atau Cemas? Telaah Kritis Indonesia Hari Ini” di Universitas Diponegoro, Jumat (12/6/2026), viral di media sosial. Dalam video yang diunggah Tribun Jateng itu, terlihat mahasiswa menyemprot Budiman dengan kritik tajam lalu memilih meninggalkan forum.
Mahasiswa berbaju kotak-kotak itu berulang kali menegaskan: “Saya nggak perlu makan”, “Saya sebagai rakyat Indonesia”, “Anda bukan siapa-siapa”. Ia juga meminta diskusi dilanjutkan di luar ruangan karena “orang-orang tertarik pada argumen Anda”.
“Ini kita mau… orang-orang tertarik pada argumen Anda nih. Sudah kita diskusi di luar, karena ini sedang melaksanakan demonstrasi Bapak,” ujar mahasiswa tersebut dalam video.
*Budiman: Saya Tidak Mengusir, Saya Minta Aturan Forum Dihormati*
Budiman Sudjatmiko merespons dengan nada tinggi sambil memegang mikrofon. Ia menolak ajakan diskusi di luar dan menegaskan haknya menjawab di depan forum.
“Anda tiga bulan dipenjara tidak membuat Anda punya hak untuk berlaku tidak menghormati forum. Anda tidak lebih hebat dari mereka,” tegas Budiman.
Budiman kemudian membantah narasi bahwa dirinya mengusir mahasiswa. Ia mengaku hanya meminta aturan forum dihormati karena peserta lain dari HMI Semarang dan PMKRI Semarang masih ingin melanjutkan diskusi.
“Menurut saya diskusi yang ingin diajukan bukan lagi mengenai substantif topik. Saya meminta dia untuk tinggal di forum itu. Tetapi, karena hak saya merespon pertanyaannya di depan forum tidak ditanggapi, maka saya menegur keras,” jelas Budiman.
Ia juga menyayangkan perhatian publik tersedot ke konflik, bukan substansi. “Negara tidak bisa dibangun hanya dengan kemarahan. Negara dibangun dengan gagasan, dengan argumentasi, dan dengan kemampuan menghadirkan jalan keluar,” ujarnya.
*Netizen Belah Dua*
Potongan video dari Tribun Jateng/Franckiskus Ariel Setiaputra itu memicu perdebatan netizen.
Sebagian menilai mahasiswa berani menyampaikan kritik langsung ke pejabat publik. Sebagian lainnya menilai walk out dan ajakan diskusi di luar menunjukkan arogansi serta tidak menghormati forum dan peserta lain.(DW).















