BALIKPAPAN – Divisi Humas Polri terus menegaskan komitmennya dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia serta optimalisasi fungsi kehumasan di lingkungan Kepolisian melalui kegiatan Pemberdayaan/Pengembangan Potensi Kehumasan Tingkat Satuan Wilayah (Pensatwil) yang digelar di Polda Kalimantan Timur. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Mahakam Polda Kaltim, Rabu (15/07/2026).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Penata Kehumasan Polri Madya Tk. II Divhumas Polri selaku Ketua Tim, Kombes Pol Juni Duarsyah, S.I.K., M.M., serta dihadiri Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si., bersama jajaran Kasubbid Bidhumas. Hadir pula para Kassubbagrenmin dan operator Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dari seluruh satuan kerja di lingkungan Polda Kalimantan Timur.
Dalam sambutannya, Kabid Humas Polda Kaltim menegaskan bahwa fungsi kehumasan merupakan elemen strategis institusi yang tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi representasi resmi Polri dalam membangun komunikasi publik yang transparan, akuntabel, dan kredibel.
“Bidhumas harus tampil sebagai garda terdepan dalam memastikan setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat bersifat akurat, objektif, serta dapat dipertanggungjawabkan. Kepercayaan publik dibangun dari konsistensi dan integritas dalam menyampaikan fakta,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa di tengah dinamika informasi yang semakin cepat, kehumasan Polri dituntut mampu mengelola arus komunikasi secara profesional, sekaligus memastikan capaian dan kinerja institusi tersampaikan secara utuh kepada masyarakat.
Sementara itu, Ketua Tim Divhumas Polri Kombes Pol Juni Duarsyah menegaskan pentingnya peran media sebagai mitra strategis dalam memperluas jangkauan informasi serta memperkuat citra positif Polri di ruang publik. Menurutnya, setiap personel kehumasan harus menjunjung tinggi etika profesi, menjaga profesionalisme, serta mampu menjadi wajah institusi yang berintegritas.
Dalam arahannya, ia juga menegaskan kembali pesan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bahwa TNI dan Polri hadir sebagai pelindung dan pelayan rakyat. Kepemimpinan harus dilandasi keteladanan, kewenangan merupakan amanah yang wajib dijaga, serta pengelolaan anggaran harus dilakukan secara objektif dan berorientasi pada kepentingan pembangunan serta pelayanan publik.
Lebih lanjut, Kombes Pol Juni menjelaskan bahwa strategi komunikasi Humas Polri telah memiliki landasan kuat melalui Peraturan Kapolri Nomor 1 Tahun 2019 tentang Sistem Manajemen Operasional dan Standar Keberhasilan Operasional Polri. Oleh karena itu, setiap penyampaian informasi, termasuk terkait penanganan perkara, wajib berbasis data valid dan terverifikasi guna mencegah distorsi informasi di tengah masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas pribadi, menghindari gaya hidup berlebihan, serta mempertahankan sikap dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai institusi, baik dalam kedinasan maupun kehidupan sosial. Selain itu, sinergi antar satuan kerja harus terus diperkuat guna memastikan setiap program dan capaian Polri tersampaikan secara optimal melalui berbagai kanal komunikasi, termasuk platform digital seperti Polri TV dan Tribrata News.
“Kompleksitas tugas ke depan menuntut seluruh fungsi kehumasan untuk bekerja secara terpadu, solid, dan berkelanjutan. Kolaborasi yang kuat menjadi kunci agar setiap program Polri dapat terkomunikasikan secara efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Kegiatan Pensatwil ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas dan profesionalisme insan kehumasan di jajaran Polda Kalimantan Timur, sehingga mampu menjawab tantangan komunikasi publik di era digital secara adaptif, presisi, dan berintegritas.
Jurnalis: Hmd
Penerbit: Marihot















