TANJUNG REDEB – Sejumlah warga Kabupaten Berau mengeluhkan kebijakan penutupan seluruh area GOR Lapangan Pemuda Tanjung Redeb selama berlangsungnya sebuah acara hiburan dalam beberapa hari terakhir. Keluhan tersebut muncul lantaran masyarakat yang biasanya memanfaatkan kawasan tersebut untuk berolahraga, bermain bersama anak, hingga bersantai bersama keluarga, tidak dapat lagi mengakses area tanpa membayar tiket masuk.
Salah seorang warga sekaligus Ketua Badan Penelitian Aset Negara (BPAN) Aliansi Indonesia Kabupaten Berau, Muhammad Idris, mengaku mendukung penyelenggaraan kegiatan yang dinilai memberikan ruang hiburan dan aktivitas positif bagi generasi muda. Namun, menurutnya, pelaksanaan acara seharusnya tetap memperhatikan akses masyarakat terhadap fasilitas publik di luar area utama kegiatan.
“Pada prinsipnya kami mendukung kegiatan positif. Namun, jangan sampai seluruh kawasan GOR ditutup sehingga masyarakat yang tidak ingin menonton acara juga terdampak,” ujarnya.
Ia menuturkan, pada pelaksanaan acara sebelumnya, pembatasan akses hanya dilakukan di area konser. Akan tetapi, pada pelaksanaan kali ini, masyarakat disebut tidak dapat memasuki kawasan GOR, termasuk untuk mengantar anak bermain maupun menikmati kuliner di sekitar lokasi tanpa membeli tiket.
Menurut Idris, kondisi tersebut turut dikeluhkan sejumlah pedagang yang biasa berjualan di sekitar area GOR. Mereka mengaku terjadi penurunan jumlah pengunjung karena sebagian masyarakat memilih pulang setelah mengetahui akses masuk dibatasi.
Selain itu, Idris juga menyoroti keterlibatan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang berjaga di sejumlah titik di sekitar kawasan GOR selama acara berlangsung. Ia berharap penempatan personel tetap disesuaikan dengan fungsi pengamanan dan penegakan peraturan daerah.
“Kami berharap ada evaluasi terhadap sistem penyelenggaraan kegiatan agar hak masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas publik tetap diperhatikan,” katanya.
Atas kondisi tersebut, pihaknya mengaku telah menyampaikan aspirasi kepada instansi terkait serta anggota DPRD Kabupaten Berau. Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Berau untuk melakukan evaluasi terhadap mekanisme perizinan dan pelaksanaan acara serupa di masa mendatang.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara maupun instansi terkait mengenai alasan penutupan total kawasan GOR Lapangan Pemuda Tanjung Redeb selama kegiatan berlangsung.
Masyarakat berharap penyelenggaraan kegiatan di ruang publik dapat tetap berjalan berdampingan dengan aktivitas warga, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas tanpa mengurangi hak masyarakat dalam memanfaatkan fasilitas umum.(**)
Jurnalis DK Berau.















