JAYAPURA – Di tengah dinamika Papua, Gembala Dr. A.G. Socratez Yoman dari International Worship Prayer (IWP) mengingatkan jemaat dan bangsa untuk kembali pada panggilan utama iman: mengasihi sesama dan menolak kekerasan.
“_Karena Tuhan Allah tidak menciptakan agama, tapi Tuhan Allah menciptakan Manusia,_” tegasnya pada 26 Juli 2026.
“_Dalam perbedaan keyakinan iman, kita adalah penjaga dan pelindung Saudara yang beragama Kristen Protestan, Katolik, Islam, Hindu, Budha, Konghucu, Atheis, dan Komunis. Kita semua bersaudara._”
_Berbeda Iman, Berbeda Bendera, Satu Kemanusiaan_
Pada 24 Juli 2026, beliau juga menyampaikan pesan persaudaraan lintas ideologi.
“_Kita boleh berbeda dalam pandangan ideologi dan nasionalisme antara bangsa Indonesia dan bangsa Papua Barat, tetapi kita tetap bersahabat dalam kemanusiaan. Musuh kita bukan sesama manusia, tetapi ketidakadilan dan kekerasan._”
Gembala Socratez Yoman mengajak seluruh umat untuk menjadi “penjaga dan pelindung” bagi sesama, sebagaimana teladan Kristus yang datang membawa damai, bukan pedang.
_Tolak Kekerasan, Hormati Ciptaan Tuhan_
Menegaskan komitmen IWP pada nilai-nilai kemanusiaan universal, beliau menyatakan:
“_Saya tidak setuju kekerasan atas nama apa pun, termasuk atas nama keamanan nasional._”
Pernyataan itu disampaikan dengan latar bendera PBB sebagai simbol bahwa setiap manusia adalah citra Allah yang harus dijaga martabatnya.
_Tanah Adalah Titipan Tuhan untuk Orang Asli_
Dalam terang iman, beliau juga mengingatkan soal tanggung jawab menjaga ciptaan.
“_NEGARA ATAU PEMERINTAH TIDAK PUNYA TANAH. Sebelum negara dibentuk, tanah adalah milik penduduk orang asli. Tanah adalah mama dan hidup penduduk orang asli,_” ujarnya mengutip kearifan lokal _Ita Wakhu Purom_.
“_Jangan kita rampas apa yang Tuhan titipkan kepada umat-Nya. Negara hanya mengatur, bukan memiliki._”
_Buka Ruang Dialog, Bukan Tekanan_
Menanggapi pelarangan aksi, Gembala Socratez Yoman mengajak pemerintah memberi ruang bagi KNPB untuk bersuara secara damai.
“_BERIKAN MEREKA RUANG UNTUK BERKUMPUL DAN MENYAMPAIKAN PANDANGAN DENGAN DAMAI. KEPUTUSAN POLITIK YANG DIBENTUK DI BAWAH TEKANAN SENJATA TIDAK DAPAT DISAMAKAN DENGAN KEHENDAK BEBAS RAKYAT,_” tegasnya.
“_Demo tidak akan membuat langit runtuh. Tetapi membungkam suara nurani, itulah yang melukai kemanusiaan._”
_Tentang IWP_
International Worship Prayer (IWP) adalah komunitas doa yang percaya bahwa iman tanpa kasih dan keadilan adalah kosong. IWP terus menjadi rumah bagi diskusi iman, kemanusiaan, dan perdamaian di Tanah Papua.
Fzh















