• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Index
DerapKalimantan.com
Advertisement
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukrim
  • Kejaksaan RI
  • Ekonomi
  • TNI & POLRI
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Kuliner
  • Internasional
  • Login
No Result
View All Result
DerapKalimantan.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukrim
  • Kejaksaan RI
  • Ekonomi
  • TNI & POLRI
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Kuliner
  • Internasional
No Result
View All Result
DerapKalimantan.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukrim
  • Kejaksaan RI
  • Ekonomi
  • TNI & POLRI
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Kuliner
  • Internasional
Home Daerah

Buku “Prabowo dan Penyelesaian Konflik Papua” Karya Dr. A.G. Socratez Yoman Tuai Beragam Respons: Dari Refleksi Diri hingga Tuntutan Pelurusan Sejarah

Admin by Admin
Agustus 20, 2026
in Daerah
0
Buku “Prabowo dan Penyelesaian Konflik Papua” Karya Dr. A.G. Socratez Yoman Tuai Beragam Respons: Dari Refleksi Diri hingga Tuntutan Pelurusan Sejarah
0
SHARES
14
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

*JAYAPURA 20 Agustus 2026* – Sebuah buku berjudul _Prabowo dan Penyelesaian Konflik Papua_ karya Dr. A.G. Socratez Yoman terus memicu diskusi luas di kalangan pembaca dari berbagai latar belakang. Sejak beredar, buku ini mendapat tanggapan kuat karena dinilai berani menyodorkan data, fakta lapangan, dan perspektif kemanusiaan terkait persoalan Papua.

Rangkaian testimoni dari pembaca, aktivis, akademisi, hingga masyarakat umum menunjukkan bahwa buku ini berfungsi lebih dari sekadar bacaan. Bagi banyak orang, buku ini menjadi “jembatan” untuk memahami Papua yang selama ini belum banyak diketahui.

*Membuka Wawasan dan Menggugah Hati Nurani*

Sejumlah pembaca mengaku tersentak setelah membaca buku ini.

“Baca buku ini macam kitong malu sebagai orang Indonesia… buku ini mengganggu pikiran dan hati saya”, *Suprapto Nurdiman*

“Dengan membaca buku Prabowo ini pikiran saya terbuka dan saya banyak belajar sejarah yang benar tentang Papua”, *Sodik*

“Saya sangat ditolong oleh buku ini untuk mengerti banyak hal mengenai Papua. Sesungguhnya saya kaget data-data yang ditulis”, *Sukri Faizal*

Aktivis Buddha, *Nyang Kumala*, menyebut: _”Kita yang tidak tahu soal Papua menjadi terjembatani menjadi tahu melalui buku ini”_. Sementara *Nur Aini* menegaskan: _”Kalau Anda mencari suara yang benar dan berani soal Papua, maka Anda harus membaca buku ini”_.

*Disorot karena Pendekatan Kemanusiaan, Bukan Kebencian*

Berbeda dari kesan awal sebagian pembaca, banyak yang menilai buku ini tidak menebar kebencian.

> _”Penulis menulis apa yang dia lihat, apa yang dia alami dan apa yang dia lakukan. Hebat dan luar biasa ialah penulis tidak menabur kebencian tetapi menghargai nilai kasih dan kemanusiaan”_ — *Joel Imbir*

> _”Tulisannya bernilai kemanusiaan sangat tinggi. Penghargaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan sangat besar tercermin dalam buku ini”_ — *Sadrakh Ngamel*

*Yuyun Cintia* menambahkan: _”Buku ini lahir dari realitas tanah Papua… bukanlah musiman yang lahir karena proyek dan pesan sponsor”_.

*Dilihat sebagai Bahan Refleksi Kebijakan*

Beberapa pembaca menilai buku ini relevan untuk pembuat kebijakan dan publik luas.

> _”Buku ini layak dibaca oleh pembuat kebijakan, akademisi, dan publik luas karena membuka ruang refleksi dimana penyelesaian konflik Papua membutuhkan keberanian politik, empati, dan perubahan paradigma: dari pendekatan kekuasaan ke pendekatan kemanusiaan”_ — *Mardia*

*Ahmad Siraj* menulis: _”Buku ini menyodorkan fakta kepada kita bahwa hingga saat ini, tanah Papua ibarat masih ada kerikil dalam sepatu dan terjebak dalam kubangan konflik kekerasan”_.

*Dampak pada Generasi Muda*

Dampak buku juga terasa hingga ke generasi muda. Seorang pembaca bercerita:

> _”Anak-anak kami yang SMA selama ini cuek dengan namanya membaca buku di rumah… tetapi saat ada buku ini, dia baca sampai selesai. Kemudian dia buat pertanyaan yang kami pusing… ‘Ini kami tidak dapat di sekolah katanya'”_.

*Junai Manuwarun* dari kalangan generasi Papua menyatakan: _”…buku yang bapak tulis ini memberi kita pemahaman agar kita sebagai generasi Papua ini bisa tahu sejarah Papua yang baik dan benar. Karena selama ini kita dibutakan oleh sejarah palsu”_.

*Catatan Kritis terhadap Narasi Resmi*

Buku ini juga memuat tantangan terhadap catatan sejarah resmi.

> _”Penulis, Dr. A.G. Socratez Yoman, secara terbuka menantang catatan sejarah resmi yang dipegang oleh pemerintah Indonesia. Tulisan ini memfokuskan kritik pada legitimasi Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) 1969 dan mengangkat kembali signifikansi deklarasi 1 Desember 1961″_ — *Muhammad Fadli*

*Ir. Yasmin* menyebut buku ini sebagai _”benturan narasi sejarah mengenai integrasi Papua ke dalam NKRI. Sikap Dr. A.G. Socratez Yoman mewakili suara ‘kontra-narasi’ yang menuntut pelurusan sejarah”_.

Pengamat lain, *Irma Simanjuntak*, menilai: _”Tulisan ini tidak sekadar berfungsi sebagai promosi literatur, melainkan sebuah manifesto politik dan identitas… merupakan cerminan nyata dari kompleksitas luka sejarah, dinamika sosial, dan ketegangan politik yang hingga kini masih terus hidup”_.

*Tentang Penulis dan Buku*

Dr. A.G. Socratez Yoman dikenal sebagai tokoh yang vokal menyuarakan isu Papua dari perspektif kemanusiaan. Dalam buku ini ia memotret kondisi di lapangan berdasarkan pengamatan dan pengalaman langsung.

Seperti diungkap *Amirudin*: _”Buku ini adalah senjata yang mematikan tanpa menghilangkan nyawa… hal yang paling berbahaya dan pertempuran yang paling sengit tanpa mesiu adalah buku”_.

Buku ini diharapkan dapat menjadi bahan bacaan untuk memahami akar persoalan dan mendorong dialog yang lebih empatik.

DW

Post Views: 91
Tags: #Berita Dalam Negeri
Previous Post

Jaksa Agung Tekankan Pemulihan Kepercayaan Publik  dan Transparansi Akuntabilitas pada  Rapat Evaluasi Capaian Kinerja Semester I Tahun 2026

Next Post

Dandim 0905 Balikpapan: Kepemimpinan Kombes Jerrold di Istana Merdeka Jadi Kebanggaan Kaltim

Admin

Admin

Next Post
Dandim 0905 Balikpapan: Kepemimpinan Kombes Jerrold di Istana Merdeka Jadi Kebanggaan Kaltim

Dandim 0905 Balikpapan: Kepemimpinan Kombes Jerrold di Istana Merdeka Jadi Kebanggaan Kaltim

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Duka di Balik Tembok Panti: Kekerasan dan Pelecehan Seksual Diduga Terjadi di Yayasan Panti Asuhan

Duka di Balik Tembok Panti: Kekerasan dan Pelecehan Seksual Diduga Terjadi di Yayasan Panti Asuhan

Mei 5, 2025
Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Bupati, SK Kenaikan Tarif PDAM Jadi Sorotan “Lempar Batu, Sembunyi Tangan”

Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Bupati, SK Kenaikan Tarif PDAM Jadi Sorotan “Lempar Batu, Sembunyi Tangan”

Januari 5, 2025
Diduga Tabrak Undang-undang untuk Muluskan Kenaikan Tarif Restribusi RSUD dr. Abdul Rivai, Benarkah..?   Ini Faktanya….! 👇👇👇

Tarif Restribusi Rawat Inap RSUD dr.Abdul Rivai Lebih Mahal Dibandingkan RSUD Wahab Syahrani dan RSUD Kanujoso Balikpapan, Segini Besarannya 👇👇👇

November 12, 2024
Dugaan Korupsi Mengemuka: Proyek Fiktif dan Jalan Desa Mangkrak, ADD Rp. 7 Miliar di Desa Tj. Mangkaliat Dipertanyakan

Dugaan Korupsi Mengemuka: Proyek Fiktif dan Jalan Desa Mangkrak, ADD Rp. 7 Miliar di Desa Tj. Mangkaliat Dipertanyakan

April 22, 2025
Warga Resah, Peredaran Miras Ilegal di Jl. H. A. R. M Ayoeb Tanjung Redeb Kian Terang-Terangan

Warga Resah, Peredaran Miras Ilegal di Jl. H. A. R. M Ayoeb Tanjung Redeb Kian Terang-Terangan

2
Pembangunan Drainase di Talisayan Diduga Asal-asalan, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek Miliaran Rupiah

Pembangunan Drainase di Talisayan Diduga Asal-asalan, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek Miliaran Rupiah

1

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Shadow Tactics: Blades of the Shogun Review

0
MK Sidangkan Lagi Syarat Cawapres Gibran di 2026, Ijazah Luar Negeri Dipersoalkan Denny Indrayana

MK Sidangkan Lagi Syarat Cawapres Gibran di 2026, Ijazah Luar Negeri Dipersoalkan Denny Indrayana

September 19, 2026
Masyarakat Adat Suku Kamoro Kampung Nawaripi Pertanyakan Pengalihan 10 Unit Rumah

Masyarakat Adat Suku Kamoro Kampung Nawaripi Pertanyakan Pengalihan 10 Unit Rumah

September 19, 2026
Kesbangpol Kota Pangkalpinang Kunjungi Sekretariat DPC AKPERSI Babel, Perkuat Sinergi Ormas

Kesbangpol Kota Pangkalpinang Kunjungi Sekretariat DPC AKPERSI Babel, Perkuat Sinergi Ormas

September 18, 2026
Polsek Talawi Amankan Pelaku Pencurian Outdoor AC Milik Telkomsel

Polsek Talawi Amankan Pelaku Pencurian Outdoor AC Milik Telkomsel

September 18, 2026

Recent News

MK Sidangkan Lagi Syarat Cawapres Gibran di 2026, Ijazah Luar Negeri Dipersoalkan Denny Indrayana

MK Sidangkan Lagi Syarat Cawapres Gibran di 2026, Ijazah Luar Negeri Dipersoalkan Denny Indrayana

September 19, 2026
Masyarakat Adat Suku Kamoro Kampung Nawaripi Pertanyakan Pengalihan 10 Unit Rumah

Masyarakat Adat Suku Kamoro Kampung Nawaripi Pertanyakan Pengalihan 10 Unit Rumah

September 19, 2026
Kesbangpol Kota Pangkalpinang Kunjungi Sekretariat DPC AKPERSI Babel, Perkuat Sinergi Ormas

Kesbangpol Kota Pangkalpinang Kunjungi Sekretariat DPC AKPERSI Babel, Perkuat Sinergi Ormas

September 18, 2026
Polsek Talawi Amankan Pelaku Pencurian Outdoor AC Milik Telkomsel

Polsek Talawi Amankan Pelaku Pencurian Outdoor AC Milik Telkomsel

September 18, 2026

Browse by Category

  • Ancol
  • Berita
  • Bible Practice Today
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Hukum
  • Internasional
  • Internasional
  • Jumat Berkah
  • Kejaksaan RI
  • Kemendagri
  • Kementerian ATR/BPN
  • KementerianATRBPN
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Mahkamah Agung RI
  • Mahkamah Agus RI
  • Maritim
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwaisata
  • Pemprov Kalimantan Utara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • TNI & POLRI
  • Tokoh
  • TRCPPA Indonesia

Recent News

MK Sidangkan Lagi Syarat Cawapres Gibran di 2026, Ijazah Luar Negeri Dipersoalkan Denny Indrayana

MK Sidangkan Lagi Syarat Cawapres Gibran di 2026, Ijazah Luar Negeri Dipersoalkan Denny Indrayana

September 19, 2026
Masyarakat Adat Suku Kamoro Kampung Nawaripi Pertanyakan Pengalihan 10 Unit Rumah

Masyarakat Adat Suku Kamoro Kampung Nawaripi Pertanyakan Pengalihan 10 Unit Rumah

September 19, 2026
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Index

Hak Cipta Derapkalimantan.com © 2024 Website Development

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukrim
  • Kejaksaan RI
  • Ekonomi
  • TNI & POLRI
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Kuliner
  • Internasional

Hak Cipta Derapkalimantan.com © 2024 Website Development

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In