*SINGARAJA -* Suasana GOR Bhuana Patra Singaraja mendadak bergemuruh, Minggu (20/9/2026). Ratusan pelajar SMP-SMA-SMK se-Buleleng yang memadati tribun kompak mengangkat kepalan tangan kiri dan meneriakkan yel-yel “Merdeka! Merdeka! Merdeka!” bersama seorang tokoh milenial PDI Perjuangan, I Ketut Kariyasa Adnyana, S.P.
Momen haru itu terjadi saat anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Bali tersebut memilih turun dari panggung kehormatan dan berbaur langsung di tengah suporter pelajar. Bersama Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Gede Supriatna, Kariyasa menggaungkan spirit Bung Karno di pembukaan turnamen futsal pelajar paling legendaris di Bali Utara, KMS Soekarno Cup XIII.
Turnamen yang bakal berlangsung selama sebulan penuh ini dibuka langsung oleh Bupati dan Wabup Buleleng, kader terbaik PDI Perjuangan, serta dihadiri Forkopimda, pengurus DPC PDI Perjuangan Buleleng, dan ratusan pelajar yang membuat tribun GOR nyaris tak muat.
*Bukan Sekadar Turnamen, Ini Kerja Ideologis*
Kariyasa dalam sambutannya menegaskan, KMS Soekarno Cup bukanlah sekadar turnamen futsal biasa. Ini adalah implementasi nyata ajaran Bung Karno tentang membangun jiwa dan raga generasi penerus bangsa.
“Kami di PDI Perjuangan diajarkan oleh Ibu Ketua Umum Megawati Soekarnoputri untuk selalu turun ke bawah, berbaur bersama rakyat, khususnya anak muda. KMS Cup ini adalah wujud pengamalan Trisakti Bung Karno – berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan, yang salah satunya melalui olahraga,” ujar Kariyasa yang dikenal sebagai tokoh milenial PDI Perjuangan Bali.
*3 Filosofi KMS Cup yang Bikin Tribun Bergemuruh:*
*1. KMS adalah Kalah Menang Sehat, Semangat Gotong Royong.*
Turnamen ini sengaja dibuat sebagai ruang positif bagi anak muda Buleleng agar terhindar dari narkoba, judi online, dan pergaulan negatif. Menang kalah biasa, yang penting sehat jiwa raga dan tetap bergotong royong.
*2. Spirit Bung Karno – Gantungkan Cita-Citamu Setinggi Langit.*
Quote Bung Karno yang terpampang besar di backdrop GOR menjadi ideologi turnamen. PDI Perjuangan ingin anak-anak Buleleng berani bermimpi besar, tidak minder, dan percaya diri bahwa dari pelosok Buleleng pun bisa lahir atlet nasional yang mengharumkan Merah Putih.
*3. Jaring Bibit Atlet, Investasi Masa Depan.*
KMS Cup telah melahirkan ratusan bibit atlet futsal berbakat yang kini memperkuat tim Porprov, PON, hingga Liga Profesional. Ini bukti kerja nyata kader PDI Perjuangan membangun SDM unggul, bukan sekadar janji.
“KMS CUP ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan anak muda Buleleng. Sesuai arahan partai, kita harus hadir memberikan wadah positif. Kita ingin mereka menyalurkan bakatnya secara positif dan kelak mengharumkan nama Buleleng dan Bali di tingkat nasional. Ini kerja ideologis yang akan terus kami jaga,” tegas Kariyasa.
Turnamen KMS Soekarno Cup XIII akan berlangsung selama sebulan penuh dengan diikuti 64 tim pelajar se-Buleleng dan memperebutkan piala bergilir Soekarno Cup serta pembinaan atlet berjenjang.(rls)















