Derap Kalimantan. Com. | 23/4/2025,
INDONESIA DARURAT KORUPSI
(Sebuah Berita Sajak oleh Pulo Lasman Simanjuntak)
Episode Satu: Air Mata dari Hulu Negeri
Konon katanya,
datang dari benua luar bumi dan tanah—
bencana banjir kemudian datang, tanpa diundang,
oleh suara jeritan liar alam.
Hujan turun sejak semalam.
Saat kita masih tertidur nyenyak di atas kasur
yang kini kembali basah—
oleh banjir air mata.
Kata pejabat setempat:
“Karena di bibir sungai
sudah bersertifikat—
disulap jadi permukiman padat.
Punya riwayat:
disogok dari uang rakyat.”
Lihatlah bibir sungaiku,
telah terluka,
sungguh sangat ganas.
Wajah DAS Cikeas,
DAS Ciliwung,
dan DAS Bekasi
tak bisa lagi bersolek.
Badan sungai sudah rusak,
terbaring kini di ruang ICU rumah sakit,
dilanda penyakit berbukit-bukit.
Lalu—
Apakah Tuhan tak mau lagi menjenguk
alam, pohon, hutan, rawa,
situ ciptaan-Nya
yang telah dihancurkan
menjelma jadi air bah?
Seperti bencana wabah
untuk orang-orang serakah.
Dan kita, rakyat,
makin susah.
Jakarta, Selasa, 11 Maret 2025
Episode Dua: Mesin Korupsi Tak Pernah Mati
INDONESIA DARURAT KORUPSI.
Dirampok dari minyak mentah perut bumi,
dinikmati keluarga
oknum-oknum mafia migas
yang tak pernah berhenti.
Dengan mata nyala api—
seperti hama tikus bajingan—
dibakar mereka mata uang:
senilai 194 triliun rupiah
yang dijarah dari peti-peti mati
milik para pendaki
tata niaga impor minyak
hasil korupsi
beranak-pinak.
Investigasi penyidik?
Tertidur di atas gulungan karpet merah,
dijilat rezim-rezim keji
yang tak suka deklamasi puisi.
Mereka—
Selalu makan daging mentah:
busuk dan basi.
Aku masih sendiri,
berimajinasi,
berjuta kali mendendangkan puisi dalam hati
di telapak kaki negeri ini
yang diinjak-injak oligarki energi,
dikendalikan hedonis
hingga hari ini.
Siapa yang masih punya mesin-mesin abadi?
Berjalan mundur untuk berbagi,
tapi bukan hasil korupsi
yang mengoplos kebenaran dan kepalsuan.
Tuan-tuan,
tak punya harga diri.
Rakyat miskin makin menjadi-jadi.
O, kasihan Indonesiaku…
Tentang Penyair:
Pulo Lasman Simanjuntak lahir di Surabaya, 20 Juni 1961.
Ia telah menerbitkan ratusan puisi dalam 7 buku antologi tunggal dan 35 antologi bersama para penyair seluruh Indonesia.
Karyanya juga telah menjangkau Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Timor Leste, Bangladesh, dan India.
Sering tampil di Pusat Kesenian Jakarta (TIM), RRI, Cafe Sastra Balai Pustaka, dan komunitas sastra Jabodetabek.
Puisi-puisinya “Menulis Syair Untuk Presiden Episode Dua” dan “Meditasi Batu” telah dijadikan tembang puitik oleh Ananda Sukarlan.
Saat ini beliau bekerja sebagai wartawan dan bermukim di Pamulang, Tangerang Selatan.
Kontak: 08561827332 (WhatsApp)
Medsos:
Facebook: Bro
Instagram: Lasman Simanjuntak
TikTok: Lasman Simanjuntak
YouTube: Lasman TV















