Kabupaten Berau – DerapKalimantan.com — Kondisi proyek Danau Teluk Bayur di depan Kantor Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, kian memprihatinkan. Meski pemerintah telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 6,7 miliar dari APBD Perubahan 2023, danau buatan yang diharapkan menjadi ruang publik itu justru terbengkalai dan dinilai warga tidak memberi manfaat apa pun.
Proyek yang dibiayai dari Dana Bagi Hasil (DBH) Sumber Daya Alam Kehutanan Dana Reboisasi (DR) ini sejak awal dirancang untuk menjadi tempat rekreasi warga: bersantai, berolahraga, dan berkumpul bersama keluarga di sore hari. Namun hingga kini, hasil pembangunan yang dijanjikan tidak kunjung dapat dinikmati masyarakat.
Pantauan DerapKalimantan.com di lokasi, Sabtu, (12/7/2025), tampak berbagai item pekerjaan belum diselesaikan. Penyusunan batu alam dan paving block berantakan, taman hijau tidak terbentuk, bronjong penahan tanah belum selesai, sebagian tanah di area tepi juga terlihat longsor. Kondisi ini membuat area danau tidak sedap dipandang, jauh dari harapan warga.
Warga sekitar yang ditemui, namun meminta namanya tidak dipublikasikan, menyebut proyek ini sejak awal dinilai salah desain dan salah konsep. “Bagi kami tidak ada manfaatnya sama sekali, hanya menghabiskan anggaran saja. Seharusnya kalau benar dirancang untuk warga, ya bisa digunakan untuk olahraga dan kumpul keluarga. Ini malah tidak layak,” ujarnya.
Menurut warga, dengan anggaran sebesar itu, semestinya pemerintah bisa membangun fasilitas yang benar-benar bermanfaat, selesai tepat waktu, dan terawat. Kenyataannya, hingga pertengahan 2025 pekerjaan fisik dan fasilitas pendukungnya masih jauh dari rampung. Taman yang diharapkan jadi ruang terbuka hijau juga tidak tampak sama sekali.
Warga Teluk Bayur berharap pemerintah daerah segera turun tangan memperbaiki kondisi proyek ini. “Tolong ditindaklanjuti, jangan dibiarkan seperti ini. Kalau perlu evaluasi kontraktor atau pihak yang bertanggung jawab, biar jelas kenapa hasilnya begini. Sayang uang rakyat kalau cuma buat proyek sia-sia,” tegas warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah Kabupaten Berau maupun kontraktor pelaksana belum memberikan keterangan resmi soal siapa yang bertanggung jawab atas proyek ini dan kapan target penyelesaiannya. Warga menanti penjelasan dan tindakan nyata agar danau ini dapat berfungsi sebagaimana mestinya dan tidak menjadi contoh pemborosan anggaran berikutnya.****
Jurnalis: Tim DK.
Bersambung….















