BERAU, KALTIM – Harapan besar disampaikan oleh Suko, seorang petani kakao di Km 27, RT 8, Kampung Gurimbang, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau. Pria yang juga menjabat sebagai ketua kelompok tani di wilayah tersebut ini meminta bantuan bibit kakao dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau demi peremajaan kebunnya yang telah berusia hampir 30 tahun.(26/7).
“Kebun kakao kami sudah tua, hasilnya tidak maksimal lagi. Kami butuh bantuan bibit baru untuk meremajakan kebun,” ujar Suko saat ditemui awak media bersama istrinya ketika sedang melakukan penyemprotan di kebun miliknya.
Suko mengungkapkan bahwa kebun kakao yang digarapnya sejak puluhan tahun lalu kini mulai menurun produktivitasnya. Tidak hanya itu, harga kakao juga dinilai terus mengalami penurunan.
“Sekarang harga kakao turun, dan pembeli (toke) yang biasanya datang ke kebun sudah lama tidak muncul. Kalau mau menjual hasil panen, saya harus membawanya ke Tanjung,” ungkapnya.
Meski dihadapkan pada berbagai kendala, Suko bersama kelompok taninya tetap optimistis. Ia berharap Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menindaklanjuti komitmennya untuk mendukung pengembangan kakao lokal, seperti yang disampaikan dalam berbagai kesempatan.
Suko, juga menyinggung SK Bupati Berau Nomor 490 Tahun 2023 yang menegaskan dukungan penuh Pemkab dalam pengembangan kakao. “Kami berharap janji itu bisa diwujudkan dengan memberikan bantuan bibit kakao untuk kami,” katanya.
Selain masalah usia tanaman, kendala lain yang dihadapi kelompok tani binaannya adalah kekurangan modal. Dengan modal terbatas, mereka kesulitan membeli pupuk maupun melakukan peremajaan kebun.
“Kami sudah 30 tahun menanam kakao, sekarang saatnya kebun ini diremajakan. Tapi kami kekurangan modal. Semoga Pemkab bisa memberikan bantuan untuk kami dan kelompok tani di sini,” harap Suko.
Permintaan Suko ini selaras dengan program Pemkab Berau yang tengah mendorong pengembangan kakao lokal. Petani berharap agar janji tersebut segera diwujudkan dalam bentuk bantuan nyata, sehingga keberlangsungan kebun kakao di Berau tetap terjaga dan menjadi komoditas unggulan daerah.
Dengan harapan Pemkab memberi bantuan pupuk dan bibit bagi kami petani Kakao.***
Jurnalis: Marihot















