BALIKPAPAN – Siang yang semula tenang di Jalan Sultan Hasanuddin RT 12, Kelurahan Kariangau, Kecamatan Balikpapan Barat, mendadak berubah menjadi kepanikan. Kobaran api melahap bangunan warga, Senin (30/3/2026), memaksa warga berhamburan menyelamatkan diri.
Kebakaran dilaporkan mulai sekitar pukul 12.51 WITA. Dalam waktu singkat, api membesar dan menjalar, mengancam permukiman serta kawasan industri di sekitarnya.
Asap pekat membumbung tinggi, sementara suara teriakan warga bercampur dengan deru api yang kian menggila. Situasi mencekam tak terelakkan.
Mendapat laporan tersebut, personel Pengamanan dan Penyelamatan (Pammat) Direktorat Samapta Polda Kaltim langsung bergerak cepat. Mereka tiba di lokasi sekitar pukul 13.33 WITA dan tanpa menunggu lama langsung berjibaku melawan api yang terus berkobar.
Di tengah kepungan asap dan panas menyengat, satu Satuan Setingkat Regu (SSR) Tim Respon Bencana Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Kaltim yang dipimpin Brigpol Arif Suhendra, S.H., turut diterjunkan. Bersama petugas pemadam kebakaran dan warga, mereka bahu-membahu memadamkan api serta berusaha melokalisir kobaran agar tidak merambat lebih luas.
Upaya dramatis itu akhirnya membuahkan hasil. Api berhasil dikendalikan sebelum menjalar lebih jauh. Namun, tiga unit toko milik warga tak terselamatkan—hangus dilalap si jago merah. Dua unit sepeda motor juga ikut terdampak.
Tiga keluarga terdampak dalam peristiwa ini, yakni Muhammad Nur (59), Abdul Wahid (40), dan Askar (30), dengan total 11 jiwa. Meski kerugian material cukup besar, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.
Direktur Samapta Polda Kaltim, Kombes Pol Agus Fajaruddin, S.I.K., menegaskan bahwa respons cepat menjadi kunci dalam menghadapi situasi darurat seperti ini.
“Setiap detik sangat berharga dalam penanganan bencana.
Kehadiran personel di lapangan adalah bentuk nyata komitmen kami untuk melindungi masyarakat,” ujarnya.
Kabagops Satbrimob Polda Kaltim, AKP Nugroho Widihyanto, menambahkan bahwa tim bergerak sesuai prosedur darurat dengan fokus utama menyelamatkan warga dan mengamankan situasi.
Sementara itu, Dansat Brimob Polda Kaltim, Kombes Pol Andy Rifai, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kecepatan dan kesiapsiagaan adalah kunci dalam meminimalisir dampak bencana.
“Dalam situasi seperti ini, negara harus hadir. Itu yang kami lakukan di lapangan,” tegasnya.
Saat ini, lokasi kejadian telah dipasangi garis polisi. Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.
Polda Kaltim mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama dari instalasi listrik dan sumber api terbuka—karena dalam sekejap, api bisa mengubah segalanya.
Jurnalis: Hmd
Penerbit: Marihot















