Derapkalimantan.com – Jakarta Timur, DKI Jakarta – Matius 10:16 (TB) berbunyi: “Lihatlah, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu bijak seperti ular dan tidak bersalah seperti merpati”
As shrewd as snaked and as innocent as doves
Yang menjadi konsen kita pada ayat terakhirnya, apa yang sebenarnya yang menjadi temanya dalam hidup kita? Koq sampai menyebut ular yang kita pahami ular adalah iblis pembisik sejak Taman Eden.
Dalam ayat ini, Yesus memberikan peringatan kepada murid-muridNya bahwa mereka akan dihadapkan pada tantangan & bahaya dalam melaksanakan misi tugas mereka, namun mereka harus tetap bijak dan tidak bersalah dalam menghadapi situasi tersebut.
Harus memiliki kebijaksanaan untuk menghadapi tantangan, namun tetap menjaga kemurnian & ketulusan hati mereka.
Kenapa harus ada frasa cerdik seperti ular? Artinya memiliki kebijksanaan & kecerdasan menghadapi tantangan & bahaya, serta mampu melindungi diri sendiri & orang lain.
Frasa tulus seperti merpati artinya memiliki sifat yang tulus, jujur, tidak memiliki mens rea niat jahat, serta mampu menunjukkan kasih sayang &kelembutan.
Jadi dapat disimpulkan dengan kata lain jadilah bijak & cerdas namun tetap miliki hati tulus&baik, ingat kata hati tetap ditonjolkan&menjadi key word dalam menjalani kehidupan.
Syalom
Tuhan memberkati semua
St. Jagirs















