Jakarta, 08 Februari 2026 – Sosok Bunda Naomi atau Jeny Claudya Lumowa kini dikenal sebagai salah satu figur yang tak kenal lelah dalam pengabdian untuk melindungi anak dan perempuan dari segala bentuk kekerasan. Namun, perjalanan hidupnya tak pernah mudah – mulai dari menjadi korban kekerasan seksual saat berusia 6 hingga 10 tahun, bekerja sejak kecil untuk membiayai pendidikan, berkarier di dunia model dan film pada tahun 2000, hingga kini masih berjuang melawan trauma dengan bantuan obat dari dokter khusus.
Pada masa kecilnya, Bunda Naomi harus merasakan penderitaan yang mendalam akibat kekerasan seksual yang dilakukan oleh orang terdekat. Di tengah kesusahan itu, kondisi ekonomi keluarga yang tidak memadai membuatnya harus bekerja sejak usia 7 tahun – menjual makanan kecil, membantu pekerjaan tetangga, hingga menjaga anak-anak tetangga – untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga dan membayar uang sekolahnya sendiri.
“Saat itu, saya tidak mengerti apa yang terjadi. Saya hanya merasa sakit, takut, dan tidak berani bercerita kepada siapapun. Namun saya tahu, bekerja adalah satu-satunya cara untuk bisa sekolah dan mengubah hidup saya,” ungkapnya dalam keterangan pers yang disampaikan hari ini.
Ketika memasuki masa remaja, bakatnya di bidang seni muncul dan membawanya memasuki dunia modeling. Pada tahun 2000, ia resmi masuk ke dunia film dan mulai dikenal masyarakat luas. Karir di dunia hiburan bukan hanya memberikan kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidup, namun juga membukakan wawasannya tentang banyaknya anak dan perempuan yang menjadi korban kekerasan dan eksploitasi.
“Saat itu saya menyadari, saya punya suara yang bisa digunakan untuk mereka yang tak berani bersuara,” ujarnya.
Bahkan hingga kini, trauma dari masa kecil tidak pernah benar-benar hilang. Bunda Naomi dengan terbuka mengakui bahwa ia harus disiplin minum obat yang diresepkan oleh dokter khusus untuk mengelola gejala trauma seperti gangguan kecemasan dan mimpi buruk.
“Saya tidak akan menyembunyikan bahwa perjuangan melawan trauma masih berlangsung setiap hari. Minum obat secara teratur dan terapi yang saya jalani adalah bagian penting untuk menjaga kesehatan saya, agar saya bisa terus bekerja untuk mereka yang membutuhkan. Trauma bukanlah sesuatu yang bisa kita sembuhkan dalam semalam, dan tidak ada yang salah dengan mencari bantuan medis atau psikologis,” jelasnya dengan keberanian yang menginspirasi.
Melalui kerja kerasnya, Bunda Naomi telah membantu ratusan korban kekerasan seksual dan kekerasan lainnya. Ia fokus tidak hanya pada penanganan kasus, namun juga pada pencegahan dengan menyebarkan pendidikan tentang hak-hak anak dan perempuan, serta bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan pelaku mendapatkan hukuman yang pantas. Ia juga aktif dalam program pemberdayaan ekonomi bagi keluarga miskin agar anak dan perempuan tidak rentan terhadap kekerasan.
“Kita semua bisa menjadi pelindung. Mulai dari hal kecil seperti memperhatikan lingkungan sekitar, hingga berani melaporkan jika melihat ada yang mengalami kekerasan.
Setiap anak dan perempuan berhak hidup dengan aman dan bahagia,” tandasnya.
Masyarakat yang mengalami kekerasan atau membutuhkan bantuan terkait PPA dapat menghubungi hotline yang telah disediakan: 082143731292.
Redaksi DK.
Hubungi untuk informasi lebih lanjut:
– Kontak Person: Tim Bunda Naomi / Jeny Claudya Lumowa
– Email: info@jenyclaudyalumowa.id
– Hotline PPA: 082143731292















