Jakarta, 14 Maret 2026 – Jeny Claudya Lumowa, Aktivis Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), mengungkapkan kekhawatiran mendalam terkait sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai menyebabkan perekonomian nasional dan daerah mengalami perlambatan yang signifikan. Berbagai sektor mulai dari anggaran daerah hingga program kesejahteraan masyarakat merasakan dampak yang luas, dengan risiko berdampak pada kesejahteraan perempuan dan anak di seluruh Indonesia.
Dalam pernyataan resmi yang diterbitkan hari ini, Jeny menyampaikan rincian dampak yang muncul akibat kebijakan tersebut:
DAMPAK UTAMA TERKAIT KEBIJAKAN:
1. Anggaran Pemda Dipangkas – Banyak program kerja tahunan tidak dapat terlaksana optimal, menghambat perkembangan infrastruktur dan pelayanan publik.
2. RKAB Batu Bara Dipangkas Parah – Aktivitas energi batu bara terganggu, mempengaruhi pasokan energi, kinerja perusahaan, dan penyerapan tenaga kerja.
3. RKT Perkayuan Dipangkas – Program pengelolaan hutan lestari dan industri perkayuan terganggu, berpotensi mengurangi pendapatan daerah dan mengganggu ekosistem.
4. Satgas PKH Belum Jelas Potensinya – Keterbatasan kejelasan membuat program peningkatan kesejahteraan keluarga kurang mampu tidak berjalan maksimal.
5. Tantangan pada BPJS – Sistem jaminan sosial menghadapi tantangan terkait pelayanan dan keberlanjutan keuangan.
6. Pengurangan Karyawan SBSN Meningkat – Memengaruhi kesejahteraan pekerja dan potensi kinerja pasar modal syariah.
7. Pembangunan Daerah Melambat – Proyek infrastruktur mengalami penundaan, menghambat pertumbuhan ekonomi lokal.
8. Ketidakpastian Program MBG – Program gizi anak-anak menghadapi ketidakpastian keberlanjutan, membuat pihak sekolah dan keluarga khawatir.
9. Kurangnya Dukungan pada KDMP – Program pemberdayaan keluarga miskin sulit memberikan dampak berkelanjutan.
10. Ketahanan Pangan Ditekan – Risiko kesenjangan pasokan dan kenaikan harga komoditas pangan semakin meningkat.
11. Dampak pada Sektor Lainnya – Sektor pariwisata, UMKM, dan pendidikan non-formal juga merasakan tekanan.
“Kondisi ini tidak hanya mempengaruhi pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan, tetapi juga memiliki dampak langsung pada kelompok rentan khususnya perempuan dan anak yang paling terpengaruh oleh perlambatan program kesejahteraan,” ujar Jeny Claudya Lumowa.
Sebagai tanggapan atas kondisi tersebut, dia mengajukan serangkaian jalan keluar terstruktur yang dapat dilakukan pemerintah:
JALAN KELUAR YANG DIUSULKAN
– Evaluasi Ulang Alokasi Anggaran – Melakukan audit menyeluruh dan memprioritaskan sektor strategis yang mendorong pertumbuhan ekonomi.
– Optimalisasi Sektor Energi dan Perkayuan – Menyusun rencana pengelolaan efisien dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan nilai tambah produk.
– Mempertegas Program Perlindungan Sosial – Menetapkan fokus kegiatan yang jelas dan meningkatkan transparansi alokasi anggaran untuk PKH serta melakukan restrukturisasi manajemen BPJS.
– Penanganan Kesejahteraan Karyawan – Memberikan program peningkatan kapasitas dan bantuan transisi bagi karyawan yang terkena dampak.
– Percepatan Pembangunan Daerah – Meluncurkan program prioritas daerah dan mendorong kemitraan umum-swasta.
– Menjaga Program Kesejahteraan Anak dan Keluarga – Memastikan kejelasan kebijakan untuk MBG dan fokus pada pelatihan serta akses modal bagi program KDMP.
– Memperkuat Ketahanan Pangan – Meningkatkan dukungan pada sektor pertanian dan menyusun program pemasaran hasil pertanian yang terintegrasi.
– Dukungan untuk Sektor Ekonomi Rakyat – Memberikan bantuan modal, pelatihan, dan akses pasar bagi UMKM serta memperkuat sektor pariwisata.
Dalam kesimpulannya, Jeny menekankan bahwa kondisi perekonomian yang semakin lesu membutuhkan langkah cepat dan terstruktur dari pemerintah. Kerjasama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam mengatasi tantangan yang ada.
“Kita berharap pemerintah dapat segera melakukan evaluasi mendalam dan menerapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk mengembalikan momentum pertumbuhan ekonomi dan memastikan kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia,” pungkasnya.
HUBUNGI KAMI:
Jeny Claudya Lumowa
Aktivis Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA)
Email: trcppa1@gmail.com
Hotline WhatsApp: 081196001742
Sumber: Tim Komunikasi Aktivis PPA















