Kab. Paser, Warga Desa Samuntai, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, hingga kini belum merasakan layanan air bersih dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Kandilo milik Pemerintah Kabupaten Paser. Padahal, jumlah penduduk di desa tersebut terus bertambah dari tahun ke tahun.
Sejumlah warga di RT 7 Desa Samuntai mengatakan kebutuhan air bersih menjadi persoalan yang sudah lama mereka hadapi. Hingga kini, masyarakat masih mengandalkan air sumur dan menampung air hujan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Sudah lama warga merindukan PDAM masuk ke desa kami,” ujar salah seorang warga kepada media, baru-baru ini.
Menurut warga, kondisi itu semakin terasa sulit ketika musim kemarau tiba. Debit air sumur berkurang, sementara cadangan air hujan juga terbatas. Akibatnya, sebagian warga harus mencari sumber air lain untuk keperluan rumah tangga.
Padahal, Perumda Air Minum Tirta Kandilo sebagai perusahaan daerah milik Pemerintah Kabupaten Paser memiliki tugas menyediakan dan mendistribusikan air bersih kepada masyarakat, termasuk melalui program pemasangan sambungan rumah (SR).
Warga berharap pemerintah daerah segera memberi perhatian terhadap kebutuhan air bersih di Desa Samuntai. Mereka menilai pembangunan jaringan PDAM sudah selayaknya direalisasikan, mengingat pertumbuhan penduduk di desa tersebut terus meningkat.
“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Paser melalui Perumda PDAM Tirta Kandilo dapat segera merealisasikan layanan PDAM di Desa Samuntai, supaya masyarakat tidak lagi kesulitan air bersih,” kata warga.
Hingga kini, masyarakat masih menunggu langkah konkret pemerintah daerah untuk memperluas jaringan distribusi air bersih ke wilayah mereka. Bagi warga Samuntai, kehadiran PDAM bukan sekadar fasilitas, melainkan kebutuhan mendasar yang telah lama dinantikan.(**)
Tim DK.















