TANJUNG REDEB — Proyek penataan trotoar di Jalan Diponegoro, Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, telah rampung dikerjakan. Namun, fasilitas lampu trotoar yang dipasang di sepanjang kawasan tersebut ditemukan belum berfungsi, sehingga area itu tampak gelap pada malam hari.
Sejumlah warga dan pejalan kaki mengeluhkan kondisi tersebut. Mereka menilai, proyek yang menelan anggaran hingga puluhan miliar rupiah itu belum memberikan manfaat optimal, khususnya dari sisi penerangan. Lampu-lampu yang terpasang terlihat berdempetan, tetapi tidak menyala.
“Kalau malam gelap sekali, padahal lampunya banyak dipasang. Harusnya sudah bisa dinikmati masyarakat,” ujar salah seorang warga yang kerap melintas di kawasan tersebut.
Kondisi minim penerangan dinilai berpotensi mengganggu kenyamanan dan keamanan pengguna trotoar. Warga berharap pemerintah daerah segera menindaklanjuti persoalan tersebut agar fasilitas yang telah dibangun dapat difungsikan sebagaimana mestinya.
Selain itu, sejumlah pihak juga mulai mempertanyakan kualitas pekerjaan proyek, termasuk kesesuaian hasil pembangunan dengan spesifikasi teknis yang direncanakan.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah setempat maupun pihak terkait mengenai penyebab lampu trotoar tersebut belum dapat dioperasikan. Warga berharap adanya evaluasi dan perbaikan segera, sehingga proyek penataan kawasan kota itu tidak terkesan sia-sia dan dapat dinikmati masyarakat secara maksimal.
Tim DK.















