Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRCPPA) Indonesia, yang pertama kali didirikan pada masa kepemimpinan Bapak Aris Merdeka Sirait di Komnas Anak, telah memasuki tahun ke-10 perjalanan dan menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam upaya memperkuat sistem perlindungan perempuan dan anak di tanah air.
Sebagai yayasan mandiri yang telah mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM RI, tugas pokok TRCPPA Indonesia adalah menangani kasus-kasus terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui penyelidikan kasus yang cermat, pendampingan komprehensif bagi korban, penyebaran edukasi tentang hak-hak perempuan dan anak kepada masyarakat luas, serta menjalin kerja sama sinergis dengan berbagai pihak terkait untuk memperkuat infrastruktur perlindungan sosial.
Selain itu, yayasan ini juga fokus pada pengembangan program-program preventif dan konstruktif untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak.
Dalam perjalanan yang telah mencapai 10 tahun, TRCPPA Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang pesat. Hal yang unik dan menjadi kebanggaan khusus adalah keanggotaan para ibu Bhayangkari yang turut berkontribusi aktif dalam kegiatan yayasan.
Salah satunya adalah Bunda Lia, yang suaminya bertugas di Polsek Muara Pahu, PS Kasium, Polres Kutai Barat. Lebih dari itu, ketua TRCPPA Indonesia untuk wilayah Kabupaten Kutai Barat juga merupakan seorang ibu Bhayangkari yang dengan penuh dedikasi memimpin kegiatan perlindungan perempuan dan anak di daerah tersebut.
“Saya sebagai Ketua Nasional TRCPPA Indonesia merasa sangat senang dan bangga dengan kontribusi para ibu Bhayangkari ini, terutama Bunda Lia dan ketua cabang Kabupaten Kutai Barat, yang dengan penuh semangat turut serta dalam perjuangan kami untuk melindungi perempuan dan anak,” ujar Ketua Nasional TRCPPA Indonesia.
Menyadari bahwa upaya perlindungan perempuan dan anak tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri, TRCPPA Indonesia dengan sepenuh hati membuka diri dan mengundang seluruh masyarakat yang memiliki hati nurani serta kepedulian tinggi terhadap isu perlindungan perempuan dan anak untuk bergabung sebagai relawan.
“Kami tidak bisa kerja sendiri, kekuatan kita ada pada kolaborasi dan dukungan dari semua pihak yang peduli. Para relawan dengan hati yang tulus akan menjadi tulang punggung penting dalam memperluas jangkauan dan dampak kerja kita,” tambah Ketua Nasional.
Dengan pengalaman 10 tahun dan dukungan yang terus berkembang, TRCPPA Indonesia berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memperluas jangkauan kerja, agar lebih banyak perempuan dan anak di Indonesia dapat merasakan perlindungan dan keamanan yang mereka butuhkan.
TRCPPA















