Jakarta,Sabtu,16 Agustus 2025
Saat Humas Mahkamah Agung (MA) menghadapi bad news atau berita negatif, ada beberapa langkah konkret yang dapat diambil untuk menyikapi dan mengelola situasi tersebut secara efektif.
Pendekatan ini berfokus pada transparansi, respons cepat, dan edukasi publik.
1. Respons Cepat dan Terbuka
Langkah pertama adalah bereaksi dengan cepat. Keterlambatan respons sering kali membuat berita negatif menyebar dan menciptakan spekulasi.
Verifikasi Informasi: Segera verifikasi kebenaran berita. Humas MA harus bekerja sama dengan unit terkait di internal MA dan lembaga peradilan untuk mendapatkan fakta yang akurat.
Klarifikasi Resmi: Keluarkan pernyataan resmi secepatnya. Pernyataan ini harus lugas, jelas, dan tidak berbelit-belit. Sampaikan fakta yang sudah diverifikasi dan posisikan MA serta lembaga peradilan sebagai pihak yang proaktif dalam mengatasi masalah.
Penyampaian Melalui Berbagai Saluran: Gunakan semua saluran komunikasi yang dimiliki, seperti situs web resmi, media sosial, konferensi pers, dan siaran pers kepada media massa.
2. Membangun Narasi Positif dan Edukatif
Selain merespons, Humas MA harus secara konsisten membangun narasi positif yang dapat menyeimbangkan berita negatif.
* Penyampaian Fakta dan Konteks: Jelaskan duduk perkara secara lengkap, termasuk kronologi, peraturan yang berlaku, dan langkah-langkah yang telah atau akan diambil. Ini membantu publik memahami situasi secara utuh.
* Publikasi Prestasi dan Program: Terus publikasikan berita-berita positif tentang kinerja MA dan lembaga peradilan, seperti inovasi dalam pelayanan, penyelesaian kasus penting, atau upaya-upaya reformasi birokrasi. Hal ini dapat mengalihkan fokus dari isu negatif dan membangun citra lembaga yang berintegritas.
* Edukasi Publik: Berikan edukasi tentang sistem peradilan. Seringkali, bad news muncul karena ketidakpahaman publik tentang prosedur hukum atau peran hakim. Humas bisa menjelaskan proses peradilan dengan bahasa yang mudah dimengerti.
3. Kolaborasi dengan Media dan Pihak Eksternal
Hubungan baik dengan media dan pihak-pihak terkait sangat penting dalam mengelola berita negatif.
Menjalin Kemitraan Strategis dengan Jurnalis :
Bangun hubungan yang profesional dan terpercaya dengan jurnalis yang meliput isu hukum. Berikan mereka akses yang mudah untuk mendapatkan informasi yang benar.
Menggandeng Pakar Hukum atau Akademisi: Libatkan pakar hukum atau akademisi independen untuk memberikan perspektif yang objektif. Pendapat mereka bisa menjadi penyeimbang narasi negatif yang ada di masyarakat.
Berinteraksi dengan Publik di Media Sosial:
Jangan abaikan komentar dan pertanyaan di media sosial. Berinteraksi secara profesional dan berikan jawaban yang informatif.
Dengan menerapkan langkah-langkah ini, Humas MA tidak hanya merespons berita negatif, tetapi juga secara proaktif membangun kepercayaan publik terhadap Mahkamah Agung dan seluruh lembaga peradilan.
Penulis : Syamsul Bahri Pinisi.co.id
Ketum FORSIMEMA-RI
Penerbit:Marihot















