Berau, Sabtu (25/10/2025) – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Berau sejak Jumat malam hingga Sabtu dini hari menyebabkan banjir di beberapa kawasan di Kecamatan Teluk Bayur. Genangan air mencapai ketinggian selutut orang dewasa dan merendam puluhan rumah warga di RT 11, 12, dan 14 Kelurahan Rinding hingga wilayah Kalimarau.
Banjir yang terjadi membuat warga sempat panik, lantaran air naik dengan cepat dan masuk ke dalam rumah dalam hitungan jam. Sejumlah perabotan warga ikut terendam dan mengalami kerusakan. “Airnya cepat sekali masuk, tidak sampai satu jam rumah sudah kebanjiran,” ujar salah satu warga RT 11 yang terdampak.
Warga menilai banjir kali ini bukan hanya disebabkan oleh curah hujan tinggi, tetapi juga karena proyek pembangunan gorong-gorong yang dikerjakan di wilayah tersebut. Menurut mereka, pekerjaan proyek tersebut justru memperparah aliran air, karena posisi gorong-gorong dinilai terlalu tinggi dan belum selesai dikerjakan secara menyeluruh.
Bambang, salah satu warga yang rumahnya turut terendam, mengatakan bahwa aliran air menjadi tersumbat akibat pemasangan gorong-gorong yang tidak tepat. “Kemungkinan besar penyebab banjir ini karena gorong-gorong dipasang terlalu tinggi. Di bawahnya belum dibuka, jadi air tersumbat dan meluap ke jalan serta rumah warga. Banyak juga lumpur yang menutup aliran air,” jelas Bambang.
Sebelum proyek tersebut dimulai, warga mengaku tidak pernah mengalami banjir sebesar ini. Mereka berharap pihak kontraktor bisa memperhatikan kondisi lapangan sebelum melakukan pekerjaan. “Seharusnya bagian bawah gorong-gorong dikerjakan dulu agar aliran air lancar. Kalau seperti ini, malah memperparah banjir,” tambahnya.
Akibat kejadian tersebut, diperkirakan puluhan rumah warga terdampak. Sejumlah keluarga harus membersihkan rumah dan menyelamatkan barang-barang yang masih bisa digunakan. Sementara itu, sebagian warga memilih bertahan di rumah sambil menunggu air surut.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Berau segera turun tangan untuk meninjau proyek yang diduga menjadi penyebab banjir tersebut. Mereka juga meminta agar pihak kontraktor diberi peringatan dan diminta segera memperbaiki sistem drainase di lokasi proyek. “Kami hanya berharap pemerintah bisa memberi arahan agar kontraktor lebih memperhatikan kondisi lingkungan, apalagi sekarang musim hujan,” ujar warga lainnya.***
Jurnalis: TIm DK
Editor: Marihot















