• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Index
DerapKalimantan.com
Advertisement
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukrim
  • Kejaksaan RI
  • Ekonomi
  • TNI & POLRI
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Kuliner
  • Internasional
  • Login
No Result
View All Result
DerapKalimantan.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukrim
  • Kejaksaan RI
  • Ekonomi
  • TNI & POLRI
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Kuliner
  • Internasional
No Result
View All Result
DerapKalimantan.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukrim
  • Kejaksaan RI
  • Ekonomi
  • TNI & POLRI
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Kuliner
  • Internasional
Home Nasional

Alasan Bunda Naomi (Jeny Claudya Lumowa) Minta Presiden Bubarkan KPAI: Polisi Sudah Ada di 500 Daerah, Anggaran Perlu Dialihkan ke Direktorat PPA-PPO  

Admin by Admin
Februari 20, 2026
in Nasional
0
Alasan Bunda Naomi (Jeny Claudya Lumowa) Minta Presiden Bubarkan KPAI: Polisi Sudah Ada di 500 Daerah, Anggaran Perlu Dialihkan ke Direktorat PPA-PPO   
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, 20 Februari 2026 – Jeny Claudya Lumowa (Bunda Naomi), Ketua Nasional Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Indonesia, mengajukan permintaan kepada Presiden Republik Indonesia untuk membubarkan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Menurutnya, keberadaan petugas polisi yang berada di bawah Direktorat Tindak Pidana Pelayanan Perempuan dan Anak serta Pidana Perdagangan Orang (PPA-PPO) sudah menjangkau hingga 500 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, sehingga mampu menangani seluruh aspek isu perlindungan secara komprehensif. Kondisi ini membuat KPAI dinilai memiliki keterbatasan kerja yang membuat anggarannya terbuang sia-sia.

“Kini, jaringan petugas polisi yang berada di bawah Direktorat PPA-PPO telah tersebar di 500 daerah di seluruh Indonesia, menjawab kebutuhan perlindungan yang mendesak di tingkat akar rumput. Mereka telah menunjukkan capaian yang signifikan – mulai dari penyidikan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, penanganan kasus perdagangan orang, pelayanan khusus bagi korban, hingga koordinasi kerja sama dengan berbagai pihak,” ujar Bunda Naomi dalam konferensi pers yang diadakan hari ini.

Keterbatasan Kerja dan Batasan Kinerja KPAI

Bunda Naomi menjelaskan bahwa KPAI, yang berdasarkan UU No. 35 Tahun 2014 bertugas sebagai lembaga pengawas, menghadapi berbagai tantangan yang menyebabkan kinerjanya tidak optimal. Di antaranya adalah terbatasnya wewenang eksekutif untuk menindaklanjuti kasus, dinamika isu yang terus berkembang, serta keterbatasan sumber daya manusia yang membuatnya sulit untuk memberikan kontribusi maksimal.

“Meskipun memiliki mandat penting, KPAI tidak dapat secara langsung menangani proses hukum atau memberikan layanan langsung kepada korban. Sementara itu, Direktorat PPA-PPO sudah memiliki kehadiran yang luas di 500 kabupaten/kota, lengkap dengan tim khusus yang terlatih untuk menangani segala bentuk kasus terkait,” tambahnya.

Anggaran KPAI Perlu Dialihkan Khusus ke Direktorat PPA-PPO

Berdasarkan data yang diperoleh, anggaran yang dialokasikan untuk operasional KPAI pada tahun 2025 dapat secara langsung dialihkan ke Direktorat PPA-PPO. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan dana digunakan secara fokus pada upaya peningkatan kapasitas petugas di 500 daerah, perluasan layanan korban, serta penguatan infrastruktur pendukung penanganan kasus baik terkait PPA maupun perdagangan orang.

“Alih-alih anggaran terbagi dan berpotensi tidak terarah, lebih baik seluruh dana yang semula untuk KPAI dialihkan khusus ke Direktorat PPA-PPO. Dengan demikian, dapat dilakukan perluasan layanan seperti rumah aman khusus, program konseling kesehatan mental berkelanjutan, serta pelatihan teknis bagi petugas yang menangani kasus di tingkat daerah,” jelas Bunda Naomi.

Dia menambahkan bahwa meskipun Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak memiliki Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan dan Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak yang menangani pencegahan, fokus alih anggaran adalah untuk memperkuat Direktorat PPA-PPO yang telah memiliki jangkauan luas di 500 kabupaten/kota melalui kepolisian.

Harapan untuk Sistem Perlindungan yang Lebih Efektif

Bunda Naomi berharap permintaan ini dapat menjadi dasar evaluasi pemerintah untuk menciptakan sistem perlindungan perempuan dan anak yang lebih efisien. “Kita perlu memastikan setiap rupiah anggaran negara digunakan dengan tepat sasaran. Yang utama adalah setiap korban mendapatkan akses keadilan dan layanan yang layak, yang dapat lebih optimal dilakukan oleh Direktorat PPA-PPO yang sudah memiliki kehadiran yang luas di seluruh daerah,” pungkasnya.

TRCPPA.

 

 

Post Views: 21
Tags: (TRCPPA)
Previous Post

Negara Wajib Hadir, Program Pemberdayaan Perempuan di Tingkat Bawah Butuh Dukungan Komprehensif

Next Post

DPC GMNI Biak Numfor menyampaikan selamat atas satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Biak Numfor, Bapak M. Mansnembra dan Bapak J.C. Rumbarar Kapisa.

Admin

Admin

Next Post
DPC GMNI Biak Numfor menyampaikan selamat atas satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Biak Numfor, Bapak M. Mansnembra dan Bapak J.C. Rumbarar Kapisa.

DPC GMNI Biak Numfor menyampaikan selamat atas satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Biak Numfor, Bapak M. Mansnembra dan Bapak J.C. Rumbarar Kapisa.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Duka di Balik Tembok Panti: Kekerasan dan Pelecehan Seksual Diduga Terjadi di Yayasan Panti Asuhan

Duka di Balik Tembok Panti: Kekerasan dan Pelecehan Seksual Diduga Terjadi di Yayasan Panti Asuhan

Mei 5, 2025
Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Bupati, SK Kenaikan Tarif PDAM Jadi Sorotan “Lempar Batu, Sembunyi Tangan”

Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Bupati, SK Kenaikan Tarif PDAM Jadi Sorotan “Lempar Batu, Sembunyi Tangan”

Januari 5, 2025
Diduga Tabrak Undang-undang untuk Muluskan Kenaikan Tarif Restribusi RSUD dr. Abdul Rivai, Benarkah..?   Ini Faktanya….! 👇👇👇

Tarif Restribusi Rawat Inap RSUD dr.Abdul Rivai Lebih Mahal Dibandingkan RSUD Wahab Syahrani dan RSUD Kanujoso Balikpapan, Segini Besarannya 👇👇👇

November 12, 2024
Dugaan Korupsi Mengemuka: Proyek Fiktif dan Jalan Desa Mangkrak, ADD Rp. 7 Miliar di Desa Tj. Mangkaliat Dipertanyakan

Dugaan Korupsi Mengemuka: Proyek Fiktif dan Jalan Desa Mangkrak, ADD Rp. 7 Miliar di Desa Tj. Mangkaliat Dipertanyakan

April 22, 2025
Warga Resah, Peredaran Miras Ilegal di Jl. H. A. R. M Ayoeb Tanjung Redeb Kian Terang-Terangan

Warga Resah, Peredaran Miras Ilegal di Jl. H. A. R. M Ayoeb Tanjung Redeb Kian Terang-Terangan

2
Pembangunan Drainase di Talisayan Diduga Asal-asalan, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek Miliaran Rupiah

Pembangunan Drainase di Talisayan Diduga Asal-asalan, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek Miliaran Rupiah

1

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Shadow Tactics: Blades of the Shogun Review

0
Kapolrestabes Nyatakan Berantas Judi, Namun Aktivitas Mesin Ikan “GBM 99” di Medan Utara Masih Marak

Kapolrestabes Nyatakan Berantas Judi, Namun Aktivitas Mesin Ikan “GBM 99” di Medan Utara Masih Marak

April 16, 2026
Krisis BBM di Wahau Kutim: Warga Serbu SPBU, Harga Melambung hingga Rp20 Ribu per Liter Dipengecer

Krisis BBM di Wahau Kutim: Warga Serbu SPBU, Harga Melambung hingga Rp20 Ribu per Liter Dipengecer

April 16, 2026
Kombes Pol Ferry Walintukan Bawa Humas Polda Sumut Raih Dua Penghargaan dari Divisi Humas Polri

Kombes Pol Ferry Walintukan Bawa Humas Polda Sumut Raih Dua Penghargaan dari Divisi Humas Polri

April 16, 2026
Ceria Belajar Bersama Brimob, Siswa SD Rasakan Serunya Outdoor Learning

Ceria Belajar Bersama Brimob, Siswa SD Rasakan Serunya Outdoor Learning

April 16, 2026

Recent News

Kapolrestabes Nyatakan Berantas Judi, Namun Aktivitas Mesin Ikan “GBM 99” di Medan Utara Masih Marak

Kapolrestabes Nyatakan Berantas Judi, Namun Aktivitas Mesin Ikan “GBM 99” di Medan Utara Masih Marak

April 16, 2026
Krisis BBM di Wahau Kutim: Warga Serbu SPBU, Harga Melambung hingga Rp20 Ribu per Liter Dipengecer

Krisis BBM di Wahau Kutim: Warga Serbu SPBU, Harga Melambung hingga Rp20 Ribu per Liter Dipengecer

April 16, 2026
Kombes Pol Ferry Walintukan Bawa Humas Polda Sumut Raih Dua Penghargaan dari Divisi Humas Polri

Kombes Pol Ferry Walintukan Bawa Humas Polda Sumut Raih Dua Penghargaan dari Divisi Humas Polri

April 16, 2026
Ceria Belajar Bersama Brimob, Siswa SD Rasakan Serunya Outdoor Learning

Ceria Belajar Bersama Brimob, Siswa SD Rasakan Serunya Outdoor Learning

April 16, 2026

Browse by Category

  • Ancol
  • Bible Practice Today
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Internasional
  • Internasional
  • Jumat Berkah
  • Kejaksaan RI
  • Kemendagri
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Mahkamah Agung RI
  • Mahkamah Agus RI
  • Maritim
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwaisata
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • TNI & POLRI
  • TRCPPA Indonesia

Recent News

Kapolrestabes Nyatakan Berantas Judi, Namun Aktivitas Mesin Ikan “GBM 99” di Medan Utara Masih Marak

Kapolrestabes Nyatakan Berantas Judi, Namun Aktivitas Mesin Ikan “GBM 99” di Medan Utara Masih Marak

April 16, 2026
Krisis BBM di Wahau Kutim: Warga Serbu SPBU, Harga Melambung hingga Rp20 Ribu per Liter Dipengecer

Krisis BBM di Wahau Kutim: Warga Serbu SPBU, Harga Melambung hingga Rp20 Ribu per Liter Dipengecer

April 16, 2026
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Index

Hak Cipta Derapkalimantan.com © 2024 Website Development

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukrim
  • Kejaksaan RI
  • Ekonomi
  • TNI & POLRI
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Kuliner
  • Internasional

Hak Cipta Derapkalimantan.com © 2024 Website Development

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In