Derapkalimantan.com – Jakarta Timur, DKI Jakarta – Yohanes 11:41 mengajarkan tentang ucapan syukur dan kepercayaan Yesus bahwa Bapa selalu mendengar doa-Nya. Ayat lengkapnya:
Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: _‘Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku.
Makna spiritualnya ada beberapa lapisan:
– Syukur di tengah situasi sulit– Yesus mengucapkan *syukur sebelum* mukjizat kebangkitan Lazarus terjadi, menunjukkan sikap bersyukur bukan karena hasil yang sudah terlihat, melainkan karena keyakinan bahwa Allah sudah mendengarkan.
– Doa publik untuk iman orang lain – Pada ayat berikutnya Yesus menjelaskan bahwa Ia mengatakannya oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku supaya mereka percaya (Yoh 11:42). Jadi doa itu juga berfungsi *memberi saksi* kepada orang-orang di sekitar, memperkuat kepercayaan mereka bahwa Ia diutus oleh Bapa.
– Ketergantungan pada Bapa – Ucapan Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku menegaskan hubungan intim Yesus dengan Allah; Ia tidak bertindak atas kuasa sendiri, melainkan dalam persekutuan dengan Bapa.
Secara rohani, ayat ini mengajak kita meneladani Yesus: berdoa dengan keyakinan bahwa Allah mendengar mengucap syukur sebelum jawaban tampak, dan mempergunakan pengalaman doa itu untuk menguatkan iman orang lain di sekitar kita.
Jika kita perhatikan ayat ini Yesus tidak mengucapkan terima kasih tapi mengucapkan *syukur*, makna rohani yang kita tauladani adalah syukur itu adalah sebelum kita menerima-bukti iman, sedangkan terima kasih sesudah kita terima.
Dalam praktek sehari-hari kita pilih syukur atau terima kasih?inilah yamg menjadi
renungan kita.
Jika menauladani Yesus dalam ayat diatas kita harus mengucap syukur menjamin total permohonan kita, sedangkan berterima kasih jika hanya kita menerima…vide see 1 Tes 5 :18…Ucapkan syukur dalam segala hal…dstnya
Syalom
Tuhan memberkati semua
St.Jagirs















