Berau, Akses utama yang menghubungkan tiga kampung di Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, yakni Kampung Bina Baru, Inaran, dan Pegat Bukur, kini berada dalam kondisi kritis akibat longsor yang dipicu hujan deras.
Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 22 Maret 2026, setelah curah hujan tinggi mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir. Dampaknya, badan jalan amblas dan mengalami longsor sepanjang kurang lebih 40 meter, dengan lebar sekitar lima meter dan kedalaman mencapai sekitar delapan meter.
Agus, salah satu warga setempat, menjelaskan bahwa kondisi jalan saat ini sangat membahayakan bagi para pengguna. Kerusakan yang cukup parah membuat akses utama antar kampung terganggu, meskipun aktivitas masyarakat masih berjalan seperti biasa dengan penuh kewaspadaan.
Jalan tersebut memiliki peran vital dalam kehidupan warga. Selain digunakan untuk mobilitas sehari-hari, jalur ini juga menjadi akses utama distribusi hasil pertanian serta penunjang kegiatan ekonomi masyarakat di tiga kampung tersebut. Jika tidak segera ditangani, warga khawatir jalur ini akan putus total dan melumpuhkan aktivitas ekonomi maupun sosial.
Hingga saat ini, belum terlihat adanya penanganan signifikan dari pihak terkait. Warga pun mendesak pemerintah Kabupaten Berau untuk segera mengambil langkah cepat dan konkret guna memperbaiki infrastruktur jalan tersebut sebelum kerusakan semakin parah.
Penanganan darurat dinilai sangat diperlukan untuk mencegah risiko kecelakaan, sekaligus memastikan akses transportasi tetap aman dan lancar. Warga berharap perbaikan tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga dilakukan secara permanen agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Laporan ini menjadi sorotan publik sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan keberlangsungan aktivitas masyarakat di wilayah pedesaan yang masih sangat bergantung pada infrastruktur jalan sebagai urat nadi kehidupan.
Investigasi DK.
Abdul Mansur















