Berau, Kemacetan yang kembali terjadi di ruas jalan depan SPBU Rinding, Kabupaten Berau, Senin (20/4/2026) sore, menuai sorotan tajam dari Ketua PDKT Berau, Marjinus Ugin. Ia menilai kondisi antrean kendaraan yang meluber hingga ke badan jalan bukan sekadar gangguan lalu lintas, melainkan bentuk pembiaran yang mengancam keselamatan publik.
Menurut Marjinus, jalan umum seharusnya menjadi ruang bersama yang tertib dan aman bagi seluruh pengguna. Namun, antrean panjang kendaraan hingga jejer dua diduga didominasi pemburu BBM subsidi yang justru menguasai akses jalan dan menciptakan situasi semrawut. Truk dan mobil pribadi yang parkir hingga keluar area SPBU mempersempit ruas jalan, memperlambat arus kendaraan, bahkan berpotensi memicu kecelakaan.
Ia menegaskan, persoalan ini bukan hal baru. Kondisi serupa disebut telah berlangsung lama tanpa penanganan serius dari pihak terkait. Karena itu, Marjinus mendesak Pemerintah Kabupaten Berau, aparat penegak hukum, serta Dinas Perhubungan untuk segera mengambil langkah konkret.
“Penertiban harus dilakukan secara rutin dan tegas. Jangan sampai jalan umum terus disalahgunakan dan masyarakat menjadi korban,” tegasnya.
Sorotan ini mencerminkan keresahan warga yang menginginkan kehadiran negara dalam menjamin ketertiban dan keselamatan di ruang publik. Tanpa intervensi yang jelas dan berkelanjutan, kemacetan akibat antrean BBM dikhawatirkan akan terus berulang dan kian merugikan masyarakat luas.
Jurnalis DK Berau.















