Jacob Ereste :
Banten, 25 April 2026, Kekayaan budaya suku bangsa Indonesia diantaranya adalah memiliki adat, tradisi dan budaya yang mengajar dalam setiap warga suku bangsa Indonesia yang sangat beragam corak dan warnanya seperti pelangi yang menghias khatulistiwa jahat raya Nusantara.
Akar budaya, tradisi dan adat istiadat yang mengakar kuat dalam sikap dan perilaku suku bangsa Indonesia ini merupakan nilai lebih — potensi — yang mampu membentuk budaya bangsa dalam satu bingkai kebangsaan yang satu, utuh sebagai identitas bangsa yang berkepribadian luhur yang diwarisi dari para leluhur yang sudah pernah berjaya pada masa Sriwijaya dan Majapahit hingga Pasundan maupun Samudra Pasai hingga Kerajaan Kutai Kertanegara yang masih banyak meninggalkan jejak kejayaan pada masa kegemilangannya.
Dari adat istiadat, tradisi dan budaya suku bangsa Indonesia peninggalan masa lalu ini nanyak nilai-nilai yang positif untuk dijadikan semacam fondasi tegaknya karakter bangsa Indonesia dalam membangun budaya nasional yang berperan untuk mengarahkan konstruksi serta bentuk dari arsitektur peradaban masa depan yang lebih baik, lebih beradab dan manusiawi.
Sehingga etika yang ditegakkan oleh adat budaya dan tradisi warisan para leluhur Bangsa Nusantara dapat memberi corak dan warna yang khas mempunyai nilai-nilai spiritual — sehingga tidak terjebak pada bentuk peradaban yang mabuk dan suntuk para ragam bentuk yang bersifat material — apalagi yang gandrung pada nilai-nilai komersial. Etika yang dibangun di atas fondasi adat istiadat, tradisi dan budaya leluhur suku bangsa Indonesia yang beragam ini, pasti akan memiliki kohesi yang kuat untuk saling mengikat dan menguatkan antara yang satu dengan yang lainnya, karena beranjak dari keyakinan terhadap warisan para leluhur yang adiluhung, murni dan otentik serta memiliki nilai spiritual yang termuat di dalamnya.
Dari adat istiadat budaya dan tradisi suku bangsa Indonesia yang kuat mengakar dalam tatanan kehidupan di masing-masing tempat dan daerah ini, semakin disadari sebagai potensi bangsa Indonesia yang tidak banyak dimiliki oleh semua bangsa di dunia, bahkan nilainya yang mengakar kuat dalam setiap suku bangsa Indonesia mempunyai nilai tersendiri yang sulit digoyahkan oleh arus deras gerusan budaya asing yang sedang bergolak mencari bentuk serta sandaran yang kuat dari gelombang peradaban dunia yang tengah terguncang seperti yang telah diungkap dengan penuh kekhawatiran oleh bangsa-bangsa di dunia, khususnya Barat.
Keunggulan budaya bangsa Barat dalam konteks teknologi dan ilmu pengetahuan dan sains, bukan sesuatu yang perlu diingkari, tetapi jelas dan pasti perlu dikoreksi dan dievaluasi lantaran telah terjebak pada nilai-nilai materi yang abai pada nilai-nilai kemuliaan manusia. Sehingga dari capaian teknologi ilmu pengetahuan serta sains tersebut diselewengkan untuk menggagahi tata kehidupan manusia di belahan dunia lain demi dan untuk memenuhi hasrat hewani, seperti yang sedang terjadi di kawasan Timur Tengah sekarang.
Tradisi, budaya serta adat istiadat yang justru melahirkan peperangan, jelas akibat dari terpiuhnya upaya untuk menegakkan etika, moral dan akhlak mulia manusia, lantaran keblinger oleh kepongahan intelektualitas yang abai terhadap nilai spiritualitas. Contoh ketangguhan bangsa dan negara Revolusi Islam Iran dalam menghadapi sikap tamak dan rakus yang penuh ambisi dari Israel yang diperkuda Amerika Serikat, tidak cuma mengajarkan bahwa penjajahan di dunia harus dienyahkan seperti yang termaktub dalam UUD 1945, tetapi menunjukkan bahwa harga di serta martabat kemanusiaan yang sejati harus dijaga dan dipertahankan dari kejahilan seperti apapun serta terus diperjuangkan sebagai bagian dari harga diri dan martabat kemuliaan manusia sebagai anugrah dari Tuhan. Oleh karena itu, kegemilangan bangsa Barat dalam kontek budaya dan ilmu pengetahuan yang keblinger itu, tidak perlu membuat ciut spiritualitas bangsa Timur yang perlu dan patut memimpin dunia untuk menata peradaban baru manusia di muka bumi ini. Dan gerakan kebangkitan kesadaran serta pemahaman spiritual yang telah dimulai oleh bangsa Indonesia, jelas dan pasti saatnya akan menemukan saat serta momentumnya yang cerah menebar cahaya terang dalam kegelapan dunia yang tidak menentu dan menebarkan kecemasan global.
Redaksi DK.















