Samarinda– Harapan besar disampaikan warga Jalan Margo Utomo RT 26, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Mereka meminta perhatian Pemerintah Kota Samarinda dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk segera melakukan perbaikan serta pengecoran jalan yang selama bertahun-tahun belum tersentuh program pembangunan infrastruktur. (2/6/2026).
Jalan sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer tersebut bukan sekadar akses lingkungan bagi masyarakat sekitar, tetapi juga menjadi urat nadi aktivitas ekonomi warga. Setiap hari, jalan ini digunakan oleh masyarakat untuk berangkat bekerja, mengangkut hasil pertanian, hingga menjadi jalur utama para peternak ayam dalam menjalankan usahanya.
Menurut keterangan warga, kondisi jalan yang belum mendapatkan pengecoran menyebabkan berbagai kendala, terutama saat musim hujan. Jalan menjadi licin, berlumpur, dan sulit dilalui kendaraan. Sementara pada musim kemarau, debu yang beterbangan mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat.
“Kami sudah bertahun-tahun menunggu adanya pembangunan jalan ini. Padahal jalan ini sangat penting karena menjadi akses utama warga, petani, dan peternak ayam. Kami berharap pemerintah dapat memberikan perhatian yang serius,” ungkap salah seorang warga setempat.
Permintaan tersebut muncul karena warga menilai pembangunan infrastruktur jalan merupakan kebutuhan mendasar yang berdampak langsung terhadap peningkatan perekonomian masyarakat. Dengan kondisi jalan yang baik, mobilitas warga akan lebih lancar, distribusi hasil pertanian dan peternakan menjadi lebih mudah, serta keselamatan pengguna jalan dapat lebih terjamin.
Masyarakat berharap para pemangku kebijakan, baik di tingkat kota maupun provinsi, dapat meninjau langsung kondisi Jalan Margo Utomo RT 26 agar dapat melihat kebutuhan riil yang dihadapi warga setiap hari.
Sebagai kota yang terus berkembang dan berbenah menuju pelayanan publik yang lebih baik, perhatian terhadap infrastruktur dasar di wilayah pinggiran juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan pemerataan pembangunan. Warga percaya bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari megahnya fasilitas di pusat kota, tetapi juga dari hadirnya akses jalan yang layak bagi masyarakat yang selama ini menjadi penopang sektor pertanian dan peternakan.
Kini, warga Jalan Margo Utomo RT 26 hanya berharap satu hal sederhana: hadirnya jalan yang layak dan nyaman untuk dilalui. Harapan yang mungkin terlihat sederhana, namun memiliki arti besar bagi keberlangsungan aktivitas dan kesejahteraan masyarakat di kawasan tersebut.(**).
Jurnalis DK: HR














