Muara Lesan, Derap Kalimantan.Com – Pembangunan suatu wilayah tidak hanya diukur dari berdirinya infrastruktur fisik seperti jalan, gedung, dan fasilitas umum lainnya. Lebih dari itu, pembangunan juga harus dibarengi dengan penguatan sektor ekonomi dan ketahanan pangan yang mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Berangkat dari pemikiran tersebut, Kepala Kampung Muara Lesan, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, Jamrah, A.Md.Kep, menggagas inovasi pengembangan budidaya kakao (cokelat) sebagai salah satu program unggulan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Jamrah saat berbincang dengan jurnalis Derap Kalimantan di Tanjung Redeb belum lama ini. Menurutnya, Kampung Muara Lesan dan wilayah sekitarnya memiliki karakteristik lahan yang sangat potensial untuk pengembangan tanaman kakao.
“Kondisi geografis Muara Lesan yang didominasi lahan landai hingga berbukit sangat cocok untuk budidaya kakao. Potensi ini harus dimanfaatkan sebagai alternatif penguatan ekonomi masyarakat,” ujar Jamrah.
Ia menjelaskan, selama ini sebagian besar masyarakat masih berfokus pada pengembangan perkebunan kelapa sawit. Padahal, menurutnya, ketergantungan terhadap satu komoditas memiliki risiko tersendiri, baik dari sisi ekonomi maupun lingkungan.
Jamrah menilai tanaman kakao dapat menjadi pilihan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Selain memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan, kakao juga dinilai lebih sesuai dengan kondisi kawasan Muara Lesan yang merupakan daerah tangkapan air penting di Kabupaten Berau.
“Kita harus menjaga keseimbangan lingkungan. Kelapa sawit memiliki kebutuhan air yang cukup besar, sementara Muara Lesan merupakan kawasan resapan dan tangkapan air yang harus dijaga kelestariannya. Karena itu, pengembangan kakao menjadi salah satu solusi yang kami tawarkan,” jelasnya.
Sebagai langkah awal, Pemerintah Kampung Muara Lesan telah menyiapkan lahan seluas kurang lebih 250 hektare yang masih berada dalam wilayah kampung untuk mendukung program budidaya kakao tersebut. Selain itu, pembangunan infrastruktur pendukung juga mulai dilakukan, termasuk pembukaan badan jalan yang menghubungkan Kampung Muara Lesan dengan Kampung Lesan Dayak.
Menurut Jamrah, akses jalan tersebut tidak hanya akan mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi hasil perkebunan, tetapi juga memperkuat hubungan sosial dan ekonomi antara kedua kampung yang memiliki kedekatan historis sejak lama.
Program pengembangan kakao ini juga sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Berau yang dicanangkan Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, yakni menjadikan Berau sebagai salah satu sentra produksi kakao terbesar di Indonesia Timur.
Dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan, peluang pasar hasil perkebunan kakao dinilai semakin terbuka lebar. Oleh karena itu, Pemerintah Kampung Muara Lesan optimistis bahwa pengembangan kakao dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya diversifikasi sektor perkebunan di Kabupaten Berau.
“Kami berharap budidaya kakao ini tidak hanya menjadi program jangka pendek, tetapi mampu menjadi fondasi ekonomi masyarakat yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan untuk generasi mendatang,” tutup Jamrah.
Jurnalis DK : Marihot















