MEDAN – Dugaan praktik perjudian mesin tembak ikan bermerek GBM99 dilaporkan semakin marak di sejumlah wilayah Medan Utara. Aktivitas yang disebut berlangsung secara terbuka di berbagai lokasi tersebut menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun pada Senin (1/6/2026), mesin-mesin permainan yang diduga mengandung unsur perjudian itu beroperasi di sejumlah titik mulai dari kawasan Helvetia hingga Marelan dan disebut ramai dikunjungi setiap hari.
Sejumlah warga mengaku khawatir untuk menyampaikan penolakan secara terbuka. Mereka beralasan beredar informasi mengenai adanya pihak-pihak tertentu yang diduga berada di balik pengelolaan jaringan usaha tersebut. Namun demikian, informasi tersebut masih sebatas dugaan dan belum mendapat pembuktian secara hukum.
Di tengah masyarakat, beredar informasi yang menyebut keterlibatan sejumlah pihak berinisial C, O, dan AS dalam pengelolaan jaringan mesin tersebut. Selain itu, muncul pula dugaan mengenai adanya keterlibatan seorang oknum aparat. Namun hingga saat ini belum terdapat keterangan resmi maupun bukti hukum yang dapat menguatkan informasi tersebut.
Seorang tokoh masyarakat Medan Utara berinisial A mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan penertiban terhadap lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat beroperasinya mesin perjudian tersebut.
“Kami meminta aparat penegak hukum segera turun tangan dan melakukan penertiban. Jangan sampai praktik seperti ini terus berkembang dan merusak lingkungan sosial masyarakat,” ujarnya kepada wartawan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari warga dan hasil pantauan di lapangan, mesin yang diduga digunakan untuk praktik perjudian tersebut disebut beroperasi di sejumlah lokasi, antara lain:
* Jalan Utama Gang Sawit, Helvetia Pasar 8
* Pasar 9 Lahan Garapan
* Jalan Beringin Garapan Pasar 10
* Simpang Martubung depan SPBU
* Jalan M. Basir Pasar 5
* Jalan Serantai dan Jalan Toucit
* Jalan Benteng/Terjun Jembatan
* Jalan Inspeksi pinggir sungai
* Jalan Kapten Rahman Budin Pasar 5 Marelan
* Tanjung Mulia depan rumah sakit
* Simpang Kayu Putih
* Jalan Kebon Bunder Pasar V
* Jalan M. Basir Komplek Marelan Point
Menurut warga, aktivitas tersebut berlangsung dari siang hingga larut malam.
Seorang warga Helvetia yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku resah dengan kondisi tersebut. Ia menilai keberadaan mesin yang diduga digunakan untuk perjudian telah berdampak pada meningkatnya gangguan keamanan dan berbagai aktivitas yang mengganggu ketertiban lingkungan.
“Kami berharap aparat segera turun. Warga ingin lingkungan kembali aman dan nyaman,” katanya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga Marelan. Menurutnya, sebagian masyarakat enggan menyampaikan penolakan secara langsung karena khawatir terhadap informasi yang beredar mengenai kuatnya jaringan pihak-pihak yang diduga terlibat.
“Kami hanya berharap polisi datang dan menindak sesuai aturan hukum yang berlaku,” ujarnya.
Tokoh masyarakat berinisial A menilai, apabila tidak segera ditindaklanjuti, maraknya aktivitas perjudian yang berlangsung secara terbuka berpotensi menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.
“Perjudian merupakan penyakit masyarakat yang dapat memicu berbagai tindak pidana lainnya. Jangan sampai muncul kesan adanya pembiaran terhadap aktivitas yang meresahkan warga,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa praktik perjudian kerap dikaitkan dengan berbagai persoalan sosial lainnya, seperti penyalahgunaan narkotika, pencurian, hingga tindak kekerasan yang berdampak terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.
Mengakhiri keterangannya, A berharap momentum Hari Lahir Pancasila dapat menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk memperkuat komitmen terhadap penegakan hukum dan pemberantasan penyakit masyarakat.
“Jadikan momentum Hari Lahir Pancasila sebagai semangat bersama untuk menjaga Kota Medan dari berbagai aktivitas yang meresahkan masyarakat,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian yang telah dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp belum memberikan tanggapan resmi terkait informasi dan keluhan yang disampaikan masyarakat.
Tim.















