Berau, Teluk Bayur, DerapKalimantan.com –
Sudah lebih dari satu bulan sejak musibah longsor melanda rumah Kornelis, warga Teluk Bayur, Kabupaten Berau. Namun, hingga kini, belum ada tindakan konkret dari Pemerintah Daerah Berau untuk membersihkan material longsor yang menimbun rumah warga. Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam dari korban dan warga sekitar.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau memang sempat mengunjungi lokasi kejadian benerapa hari yang lalu, membawa sejumlah bantuan seperti beras, mi instan, air mineral, telur, dan kopi. Namun, menurut Kornelis, bantuan tersebut tidak menyelesaikan kebutuhan utama: pembersihan longsoran tanah yang terus mengancam struktur rumahnya.
“Kami butuh rumah kami dibersihkan dari timbunan tanah, bukan sekadar sembako. Kalau terus dibiarkan, rumah saya bisa roboh kapan saja,” ujar Kornelis kepada Derap Kalimantan, Senin (28/4/2025).
Ia menambahkan, hujan deras yang mengguyur Teluk Bayur dalam beberapa hari terakhir semakin memperparah pergerakan tanah di sekitar rumahnya.
Warga sekitar turut mengungkapkan keprihatinan atas lambatnya respon Pemda Berau. Mereka menilai tidak ada langkah serius untuk menangani bencana ini. “Pemerintah seperti tutup mata. Kami sudah berkali-kali minta, tapi yang datang hanya bantuan makanan, hingga kini tidak ada pembersihan longsor,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Struktur rumah Kornelis kini dalam kondisi kritis. Retakan mulai terlihat di beberapa bagian, dan jika tidak segera dievakuasi atau diperbaiki, dikhawatirkan bangunan akan roboh, saat ini Kornelis bersama istri dan anak-anaknya mengungsi tidak berani tidur dirumahnya, takut membahayakan nyawa mereka. “Setiap malam kami tidak bisa tidur tenang, selalu khawatir ada longsoran susulan,” kata Kornelis lirih.
Warga Teluk Bayur ikut berkomentar, mendesak Bupati Berau, Sri Juniarsih, untuk segera turun tangan dan melihat langsung kondisi lapangan. Mereka berharap ada perintah tegas kepada BPBD Berau untuk segera membersihkan material longsoran dan memperkuat struktur rumah warga yang terdampak.
“Kami butuh tindakan nyata. Jangan tunggu korban jiwa baru bergerak,” tegas salah satu tokoh masyarakat setempat. Mereka juga menuntut evaluasi serius terhadap kinerja BPBD Berau yang dinilai lamban dan kurang responsif dalam menangani bencana.
Data sementara yang dihimpun Derap Kalimantan menyebutkan, setidaknya ada beberapa titik rawan longsor lain di wilayah Teluk Bayur yang berpotensi menimbulkan kerusakan serupa jika tidak segera diantisipasi. Hal ini memperkuat urgensi tindakan cepat dari pemerintah daerah.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak BPBD Berau belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan warga. Warga berharap dalam waktu dekat pemerintah menunjukkan keberpihakannya kepada rakyat, bukan sekadar memberikan bantuan simbolis.(**).
Jurnalis: Marihot.















