DerapKalimantan. Com | Jakarta – (22/5) Sejak resmi dibentuk pada Maret 2022, Forum Silaturahmi Media Mahkamah Agung Republik Indonesia (FORSIMEMA-RI) terus aktif menjembatani kerja sama antara media massa dan lembaga peradilan di seluruh Indonesia. Organisasi ini hadir sebagai wadah komunikasi strategis guna memperkuat sinergi antara jurnalis dan institusi peradilan, khususnya Mahkamah Agung (MA).
FORSIMEMA-RI diprakarsai oleh dua insan pers, Syamsul Bahri dan Lina Marlina, dengan dukungan langsung dari dua Wakil Ketua Mahkamah Agung, yakni Dr. Andi Samsan Nganro (Bidang Yudisial) dan Dr. Sunarto (Bidang Non-Yudisial). Dukungan tersebut menjadi fondasi kuat bagi FORSIMEMA-RI untuk bergerak aktif di lingkungan peradilan nasional.
Organisasi ini bertujuan mendorong pemberitaan yang membangun dan mengedepankan etika jurnalistik dalam meliput kegiatan serta dinamika lembaga peradilan. Dalam beberapa momentum krusial, termasuk saat sejumlah hakim agung terjerat Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), FORSIMEMA-RI turut menyuarakan pentingnya reformasi dan transparansi di tubuh lembaga peradilan.
Ketua Umum FORSIMEMA-RI, Syamsul Bahri, dalam pernyataan tertulisnya pada Rabu (21/05/2025), menegaskan bahwa kolaborasi yang erat antara media, humas, dan juru bicara pengadilan sangat penting dalam membangun transparansi, akuntabilitas, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi peradilan.
Untuk menjaga profesionalisme dan integritas organisasi, FORSIMEMA-RI telah membekali para jurnalis yang tergabung dalam forum ini dengan Kartu Tanda Anggota (KTA) resmi.
Penerbitan KTA ini sekaligus menjadi bentuk legalitas kerja FORSIMEMA-RI di lingkungan pengadilan. Pihak pengurus menegaskan bahwa awak media yang tidak memiliki KTA tidak berhak mewakili organisasi ini dalam kegiatan apa pun.
Dengan pendekatan profesional, FORSIMEMA-RI memberikan edukasi dan pelatihan kepada anggotanya terkait peliputan yang bertanggung jawab, terutama dalam konteks hukum dan peradilan. Hal ini dilakukan agar para jurnalis mampu menyampaikan informasi kepada masyarakat secara objektif dan tidak menyesatkan.
FORSIMEMA-RI juga menyatakan komitmennya untuk terus mendukung program-program Mahkamah Agung, mulai dari tingkat Pengadilan Negeri hingga Pengadilan Tinggi. Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat misi MA dalam mewujudkan sistem peradilan yang bersih, transparan, dan berintegritas tinggi.
Dengan kehadiran FORSIMEMA-RI, diharapkan terjadi peningkatan kualitas pemberitaan seputar peradilan yang tidak hanya informatif, tetapi juga konstruktif. Forum ini akan terus memperkuat peran media sebagai mitra strategis lembaga peradilan dalam menciptakan keadilan yang berorientasi pada kepentingan publik.(**).
Jurnalis:Marihot.















