Jakarta – Prof. Dr. KH Sutan Nasomal, SH, MH—pakar hukum internasional sekaligus ekonom dan pemerhati sektor pertanian serta perkebunan—menyampaikan keprihatinan mendalam atas ancaman krisis pangan global yang tengah melanda dunia akibat perang di Timur Tengah, Asia, dan Rusia. Ia mendesak Presiden RI Prabowo Subianto dan seluruh jajaran pemerintahan untuk menutup impor dan memprioritaskan hasil bumi untuk rakyat Indonesia demi menjaga ketahanan pangan nasional.
Kondisi Dunia Saat Ini: Krisis Pangan Meluas
Perang global, perubahan iklim, dan ketegangan geopolitik telah menyebabkan negara-negara besar, baik di Asia maupun Eropa, memborong hasil pertanian dan pangan dari negara-negara yang masih memiliki stok berlimpah, termasuk Indonesia. Hal ini memicu:
Penimbunan besar-besaran oleh negara lain sebagai persiapan menghadapi potensi perang atau krisis berkepanjangan.
Negara-negara Eropa, yang dulunya mengandalkan gandum dan terigu, kini beralih ke makanan pokok Asia seperti beras dan mie.
Malaysia dan China disebut telah memborong komoditas penting seperti beras, kelapa, dan bumbu dapur dari Indonesia karena terganggunya pasokan dari India, Pakistan, dan negara lain.
Dampak Langsung Bagi Indonesia
Prof. Sutan menekankan bahwa Indonesia kini menghadapi ancaman serius:
Harga beras, kelapa, dan bumbu dapur melonjak drastis.
Ketersediaan hasil bumi menipis, menyebabkan krisis pasokan pangan di berbagai daerah.
Risiko terjadinya kelaparan massal bila tidak segera dilakukan pengawasan dan pengendalian.
“Masyarakat Indonesia harus disadarkan bahwa hasil bumi kita sedang diburu negara-negara asing. Jika tidak diawasi ketat, 200 juta rakyat Indonesia akan kesulitan mendapatkan makanan pokok,” tegas Prof. Sutan.
Seruan untuk Pemerintah: Fokus pada Ketahanan Nasional
Dalam pernyataannya, Prof. Sutan Nasomal mengingatkan pemerintah agar tidak lengah:
Prioritaskan kebutuhan dalam negeri: Hentikan ekspor besar-besaran hasil pertanian, perkebunan, pertambangan, dan energi ke luar negeri.
Berikan sanksi tegas bagi pelaku penjualan hasil bumi secara ilegal ke luar negeri.
Gerakkan kembali sektor pertanian dan peternakan: Bangkitkan semangat masyarakat untuk kembali bertani.
Perkuat pengawasan pemerintah pusat dan daerah terhadap distribusi pangan dan energi.
Jadikan rakyat sebagai prioritas utama: Segala kebijakan ekonomi dan sumber daya alam harus berpihak kepada kebutuhan masyarakat Indonesia.
Ancaman Lebih Luas: Krisis Energi dan Pengangguran
Selain pangan, Prof. Sutan juga menyoroti:
Krisis energi sebagai akibat dari ketegangan global.
Tingginya pengangguran, yang dapat memperburuk dampak kelaparan.
Potensi perang saudara akibat kelangkaan makanan dan energi jika tidak segera diantisipasi.
Penutup: Jangan Remehkan Ancaman Kelaparan
“Kelaparan adalah ancaman serius yang tidak boleh diremehkan. Pemerintah harus sigap menjaga hasil alam untuk rakyat. Utamakan rakyat Indonesia!” – Prof. Dr. KH Sutan Nasomal, SH, MH
Tentang Narasumber:
Prof. Dr. KH Sutan Nasomal, SH, MH adalah pakar hukum internasional, ekonom, Presiden Partai Oposisi Merdeka, Jenderal Komite Mantan Preman Indonesia Istighfar Plus, dan pengasuh Pondok Pesantren Ass Saqwa Plus.















