Derapkalimantan.com Jakarta Timur, DKI Jakarta – Kain membunuh Habel di Kejadian 4:1-16 itu punya makna rohani yang jauh lebih dalam dari sekadar pembunuhan fisik. Ini salah satu kisah tipe yang sering dipake di Perjanjian Lama buat ngejelasin konflik rohani.
Ini makna rohaninya:
1. Konflik Antara Dua Jenis Penyembahan & Dua Jenis Hati
– Habel membawa persembahan dari anak sulung kambing dombanya, dari lemak-lemaknya dengan iman. Ibrani 11:4 bilang: Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik daripada korban Kain. Jadi Habel melambangkan orang yang datang ke Tuhan dengan hati yang rendah, percaya pada anugerah Tuhan.
Jika dibandingkan dengan,
– Kain membawa hasil tanah tanpa sikap hati yang benar. Persembahannya ditolak bukan karena jenisnya, tapi karena motivasinya. Kain melambangkan orang yang mau datang ke Tuhan dengan usahanya sendiri, kebanggaan diri, dan merasa berhak diterima.
Jadi pembunuhan itu secara rohani adalah: Sikap manusia lama yang menolak anugerah dan iri pada orang yang hidup oleh iman.
2. Roh Iri & Kebencian Yang Mematikan
1 Yohanes 3:12 bilang: Janganlah kita seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar.
Bisa timbul pertanyaan jika benar justru mendapat malapa petaka? – vide see Amsal 18 : 24
Tentu bukan, secara rohani, Kain membunuh Habel karena:
– Iri hati: Habel diterima Tuhan, Kain tidak
– Marah pada Tuhan tapi melampiaskannya ke orang benar
– Tidak mau bertobat saat Tuhan masih menegur dia di Kejadian 4:6-7
Ini jadi circle dosa: ketika hati menolak koreksi Tuhan, kebencian itu tumbuh dan membunuh orang lain secara rohani.
Dalam tindak pidana umum mens rea kebencian sangat dominan dalam melakukan tindak pidana.
Yesus bilang di Matius 5:22 marah pada saudara saja sudah setara pembunuhan di mata Tuhan
3. Tipe Dari Pertentangan Antara adaging & Roh
Paulus di Galatia 4:29 pake kisah ini sebagai analogi: Tetapi seperti dahulu, dia yang diperanakkan menurut daging menganiaya yang diperanakkan menurut Roh, demikian juga sekarang ini.
– Kain = manusia daging, usaha sendiri, hukum Taurat tanpa kasih karunia
– Habel = manusia rohani, lahir dari iman, hidup oleh anugerah
Jadi “Kain membunuh Habel secara rohani artinya: sifat daging dalam diri kita selalu mau mematikan suara Roh, iman, dan hidup yang bergantung pada Tuhan. Setiap kali kita milih kebanggaan, iri, legalisme, dan menolak anugerah, kita mengulang pola Kain.
4. Darah Habel Berteriak Minta Keadilan
Kejadian 4:10: Darah adikmu berteriak kepadaku dari tanah
Maka sampai sekarang jika ada orang terbunuh jarang tidak ketemu bangkainya (jasadnya) ini analog ayat ini.
Secara rohani, darah Habel menunjuk pada korban orang benar yang berseru kepada Tuhan. Ibrani 12:24 kontrasin ini dengan “darah Yesus, yang berbicara lebih kuat daripada darah Habel”. Darah Habel menuntut keadilan, darah Yesus mendatangkan pengampunan.
—
The last but not least: Secara rohani, Kain membunuh Habel bukan cuma soal cemburu kakak-adik. Itu gambaran konflik abadi antara manusia yang hidup oleh iman dan anugerah vs manusia yang hidup oleh usaha sendiri dan kebanggaan. Di dalam hati kita, Kain itu muncul tiap kali kita menolak ditegur Tuhan dan iri pada orang yang hidup dekat dengan-Nya.
Syalom
Tuhan memberkati semua
St.JAGIRS














