BALIKPAPAN – Di balik langkah pelan seorang petugas kebersihan yang menggenggam nomor antrean, dan tatapan penuh harap seorang pengemudi ojek online yang duduk menunggu giliran pemeriksaan, tersimpan cerita sederhana tentang harapan—harapan untuk sehat, untuk didengar, dan untuk tidak merasa sendiri.
Suasana itu terasa begitu hidup di Aula Mako Sat Brimob Polda Kaltim, Kawasan Stalkuda Balikpapan, Selasa (23/06/2026), saat Kepolisian Daerah Kalimantan Timur menggelar Bakti Kesehatan Polri dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80.
Bagi mereka yang hadir, ini bukan sekadar kegiatan. Ini adalah kesempatan yang mungkin jarang datang—bertemu dokter, mendapatkan pengobatan, dan merasakan sentuhan kepedulian tanpa sekat.
Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol. Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H., hadir langsung di tengah-tengah masyarakat, didampingi Wakapolda Kaltim Brigjen Pol. Adrianto Jossy Kusumo, S.H., M.Han., bersama jajaran pejabat, tenaga medis, dan berbagai unsur masyarakat. Namun yang paling terasa bukanlah formalitas kehadiran, melainkan kedekatan yang terbangun.
Sesekali Kapolda menyapa, menunduk mendengar keluhan, bahkan menepuk bahu warga dengan hangat—gestur sederhana yang bagi sebagian orang menjadi sangat berarti.
“Polri ingin hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjaga kehidupan. Kami ingin masyarakat merasa bahwa mereka tidak sendiri,” ucap Kapolda dengan nada penuh empati.
Kegiatan ini menyasar mereka yang kerap luput dari perhatian—pengemudi ojek online yang menggantungkan hidup di jalanan, petugas kebersihan yang setia menjaga kota tetap bersih, penyintas diabetes yang berjuang dalam diam, penyandang disabilitas yang terus bertahan, hingga para pekerja dan buruh yang setiap hari berjuang demi keluarga.
Sebanyak 13 jenis layanan kesehatan diberikan secara cuma-cuma—mulai dari pemeriksaan umum, layanan gigi, dokter spesialis, tindakan bedah minor, donor darah, hingga khitanan massal. Di sudut lain, paket bantuan sosial dibagikan, sementara Kartu Bhayangkara Prioritas diserahkan sebagai bentuk perhatian dan penghargaan.
Namun lebih dari itu, yang dibagikan hari itu adalah rasa peduli.
Dalam keterangannya kepada awak media, Kapolda menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan serentak hingga ke tingkat Polres, agar semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya.
“Ketika masyarakat sehat, mereka bisa kembali tersenyum, kembali bekerja, dan kembali berharap. Dari situlah keamanan dan ketertiban tumbuh dengan sendirinya,” tegasnya.
Menjelang akhir kegiatan, suasana tetap hangat. Beberapa warga terlihat tersenyum lega setelah mendapatkan pelayanan, sementara yang lain mengucap terima kasih dengan mata yang berkaca-kaca.
Di usia ke-80, Polri tidak hanya menandai perjalanan panjang pengabdian, tetapi juga mempertegas makna kehadiran—bahwa di balik seragam, ada hati yang bekerja untuk melayani.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan mengikuti Puncak Bakti Kesehatan Jelang Hari Bhayangkara ke-80 secara virtual dari Lapangan Sespolwan Polri, Jakarta Selatan, yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., bersama Menteri Kesehatan RI dan jajaran terkait.
Dan hari itu, di tengah riuh aktivitas sederhana, satu hal terasa nyata—bahwa kepedulian yang tulus mampu menghadirkan harapan, bahkan bagi mereka yang hampir kehilangan harapan itu sendiri.
Jurnalis: Hmd.
Penerbit: Marihot.















