Nunukan, Ketidakharmonisan di pucuk pimpinan Pemerintah Kabupaten Nunukan mulai menjadi perbincangan publik. Situasi tersebut mencuat setelah Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, mendatangi Kantor Bupati di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, pada Jumat, 6 Maret 2026.
Kedatangan orang nomor dua di lingkungan Pemkab Nunukan itu menarik perhatian karena ia tidak datang sendiri. Hermanus terlihat didampingi sejumlah anggota organisasi adat Tariu Borneo Bangkule Rajak (TBBR). Kehadiran rombongan tersebut sontak menjadi sorotan warga dan aparatur sipil negara yang berada di kompleks Kantor Bupati Nunukan.
Sejumlah sumber di lingkungan pemerintah daerah menyebutkan, kedatangan Hermanus diduga berkaitan dengan protes terhadap sejumlah persoalan pemerintahan, termasuk isu pembangunan yang dinilai tidak merata di beberapa wilayah Kabupaten Nunukan. Ketimpangan pembangunan itu, menurut sumber yang mengetahui dinamika internal pemerintahan, telah lama menjadi bahan diskusi di kalangan pejabat daerah.
“Pak Wabup ingin menyampaikan langsung beberapa hal yang selama ini menjadi perhatian, khususnya soal pemerataan pembangunan,” kata seorang sumber di lingkungan Pemkab Nunukan yang enggan disebutkan namanya.
Kehadiran Hermanus bersama anggota TBBR disebut-sebut membuat suasana di lingkungan kantor bupati sempat tegang. Beberapa pihak menilai langkah tersebut mencerminkan adanya persoalan serius di internal kepemimpinan daerah.
Dalam sistem pemerintahan daerah, bupati dan wakil bupati semestinya bekerja dalam satu garis kepemimpinan untuk menjalankan roda pemerintahan serta pembangunan daerah. Namun dinamika yang muncul di Nunukan justru menimbulkan spekulasi mengenai hubungan yang tidak lagi harmonis antara pimpinan daerah.
Publik pun terkejut melihat dinamika tersebut. Selama ini, Pemerintah Kabupaten Nunukan kerap menggaungkan semangat pembangunan dengan slogan “energi baru”. Namun peristiwa yang terjadi di kantor bupati pada Jumat siang itu memunculkan pertanyaan baru mengenai kondisi sebenarnya di balik pemerintahan daerah tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari Pemerintah Kabupaten Nunukan terkait latar belakang kedatangan Wakil Bupati Hermanus maupun kabar ketegangan di internal kepemimpinan daerah.
Situasi ini membuat perhatian publik tertuju pada hubungan antara bupati dan wakil bupati, serta bagaimana dinamika politik dan pemerintahan di Kabupaten Nunukan akan berkembang ke depan.
Tim DK.















